Jalan Diponegoro Pontianak Jadi Kawasan Pecinan

Kompas.com - 19/02/2013, 20:18 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com--Kawasan Jalan Diponegoro  yang menjadi lokasi pusat penyelenggaraan perayaan Cap Go Meh (CGM) 2013 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kini disulap menjadi kawasan pecinan, dengan telah dibangunnya pintu gerbang dengan simbol-simbol China.

"Semua persiapan untuk perayaan CGM di Kota Pontianak sudah siap, tinggal menunggu hari pelaksanaannya saja," kata Ketua Panitia CGM Tahun 2013 Kota Pontianak, dari Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Buyung Bunardi di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah membangun pintu gerbang dengan relief China, dan membangun pentas untuk atraksi seni dan budaya Tionghoa, serta budaya lainnya, seperti dari Melayu, Dayak dan lain-lain.

"Kami menyediakan sekitar 56 stand atau kios yang nantinya menyediakan berbagai kuliner khas Tionghoa dan Kalbar umumnya," kata Buyung.

Tahun ini, perayaannya akan lebih meriah dari biasanya. Berbagai even akan digelar seperti festival kuliner, panggung rakyat atau pasar malam dan perayaan naga dengan pawai budaya nusantara, katanya.

Ia berharap, kemeriahan itu akan semakin menarik minat wisatawan datang ke Kota Pontianak. Pihaknya juga menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendukung perayaan CGM tahun 2013.

Selain itu, menurut Buyung, pihaknya telah memasang sedikitnya 13 ribu lampion (lampu) di kawasan perdagangan Kota Pontianak, di antaranya Jalan Gajah Mada, Pahlawan dan Tanjungpura untuk menyemarakkan perayaan Imlek 2564 dan CGM.

Adapun serangkaian, acara CGM 2013 sudah dimulai Jumat (22/2) dengan ritual replika naga buka mata di Kelenteng Kwan Ya Keng Jalan Diponegoro pukul 07.00 WIB-09.00 WIB, kemudian pada sore harinya,  pukul 17.00 WIB-22.00 WIB hiburan musik tradisional China, Tandijor, musik Dayak dan lain-lain.

Kemudian, Sabtu (23/2) masing-masing replika naga yang dimiliki oleh Yayasan Pemadam Kebakaran di Pontianak akan melakukan kunjungan kepada donatur-donatur, kemudian pada sore harinya, pukul 17.00 WIB-22.00 WIB hiburan musik tradisional China, Tanjidor, musik Dayak dan lain-lain.

Hari puncaknya pada Minggu (24/2), naga yang sudah menjalani ritual buka mata diarak keliling kawasan pecinan di Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura Pontianak, disertai pawai budaya nusantara, kemudian sekitar pukul 19.30 WIB para naga tersebut melakukan atraksinya di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman atau Taman Alun-alun Kapuas.

Senin (25/2)  pukul 08.00 WIB-12.00 WIB, para replika naga tersebut kembali melakukan kunjungan ke donatur-donaturnya, dan kunjungan ke Kantor Gubernur, Wali Kota Pontianak, DPRD Kota dan Kalbar, Kodam XII/TPR dan Polda Kalbar, katanya.

Setelah itu, pukul 14.00 WIB hingga selesai para naga yang sebelumnya menjalani ritual naga buka mata, akan menjalani ritual naga tutup mata di Kelenteng Kwan Ya Keng, kemudian dilanjutkan kembali dengan menjalani ritual bakar naga di Kompleks Pemakaman YBS, Sungai Raya kilometer delapan, Kabupaten Kubu Raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau