Kenapa Tanah BUMN Tidak Dimanfaatkan untuk Rusun?

Kompas.com - 19/02/2013, 22:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pebisnis meminta BUMN agar berbagai lahan dan tanah yang dimiliki BUMN dapat dimanfaatkan pengembang. Pemanfaatan tersebut sebagai upaya untuk mengurangi backlog (kekurangan rumah) di Indonesia.

"Wakil Presiden pada periode lalu menyatakan agar tanah-tanah BUMN dapat dimanfaatkan oleh para pengembang," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti dan Kawasan Industri, Trihatma K Haliman, dalam rapat Kadin tentang properti dan industri di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut dia, tanah-tanah aset BUMN dapat dimanfaatkan oleh pengembang antara lain untuk membangun rumah susun sederhana milik (rusunami). Apabila kebijakan-kebijakan tersebut dapat diterapkan, lanjut Trihatma, pihaknya yakin program pembangunan 1.000 Menara Rusun dapat segera terwujud dan dinikmati masyarakat.

Ia mengingatkan, bahwa permasalahan backlog di Tanah Air berada sudah pada kondisi mencemaskan. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 15 juta unit pada 2013 ini.

"Untuk mengatasi backlog dan kebutuhan baru akan rumah diperlukan dana jangka panjang yang sangat besar," ucapnya.

Seperti diberitakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, bahwa banyak masyarakat yang saat ini kesuitan memperoleh tempat tinggal layak sehingga patut diperhatikan berbagai pemangku kepentingan di sektor properti. Masih banyak masyarakat kesulitan mendapatkan perumahan dan hidup di lingkungan kurang sehat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti dan Kawasan Industri Trihatma K Haliman di Jakarta, Selasa (19/2/2013), menyoroti tingginya angka kekurangan rumah yang pada 2013 ini diperkirakan mencapai sekitar 15 juta unit. Untuk mengatasi kekurangan rumah dan kebutuhan baru akan rumah, lanjut Trihatma, diperlukan dana jangka panjang sangat besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau