Siang Ini, Jokowi Akan Jenguk Dara di RS Tarakan

Kompas.com - 20/02/2013, 11:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana menjenguk Dara Nur Anggraini, pada Rabu (20/2/2013) siang ini. Dara dan ibunya, Elisa Darawati (20), dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat.

"Nanti, mungkin ke rumah sakit, saya tak ngurus ini dulu (public hearing MRT)," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta.

Saat ditanya bantuan yang diberikan untuk keluarga Dara, Jokowi mengaku belum memberikannya. Meski begitu dia menyiratkan niatnya memberi bantuan pada siang hari nanti saat menjenguk ke rumah sakit.

"Belum ada (bantuan), nanti, nanti siang," ujarnya.

Dara adalah bayi kembaran mendiang Dera yang meninggal setelah gagal mendapatkan rumah sakit rujukan karena ketidaksiapan fasilitas dan penuh. Dera meninggal karena mengidap penyakit atau kelainan di organ tubuh bagian dalam, sedangkan Dara saat ini masih dirawat di RS Tarakan.

Ibunda mereka, Elisa, akhirnya ikut dirawat di RS yang sama akibat kondisi kesehatan yang terus menurun. Alasan lainnya, Elisa tak ingin berjauhan dengan buah hatinya yang baru berusia sembilan hari dan masih terkulai lemah di ruang NICU.

Berita terkait, baca :

IRONI KEMATIAN DERA

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau