Politik

Ical: Golkar Akan Panen di 2014

Kompas.com - 20/02/2013, 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical mengklaim partainya konsisten mengedepankan pembangunan manusia dalam konsep pembangunan nasional. Menurutnya, banyak partai politik yang tak memberikan perhatian terhadap aspek ini. Ia pun percaya diri, dengan konsistensi ini, Golkar akan "panen" pada Pemilihan Umum 2014.

"Saya pernah bicara dengan Pak SBY. Saya bilang, langit memang masih biru tapi padi sudah mulai menguning dan kami akan panen di 2014. Saat itu Pak SBY ikut tertawa mendengarnya," kata Ical saat mengisi diskusi "Visi 2045: Negara Kesejahteraan", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu (20/2/2013).

Ia berpendapat, untuk mewujudkan negara kesejahteraan, hal terpenting adalah pemerataan pembangunan.  Lebih jauh menurutnya, saat ini pembangunan seolah hanya tanggung jawab pemerintah dan kalangan swasta. Rakyat hanya ditempatkan sebagai "penonton" yang jauh dari subjek pelaku pembangunan nasional.  

Ical juga sempat menyinggung pragmatisme partai politik. Menurutnya, parpol seharusnya juga memiliki konsep untuk masa depan Indonesia. "Parpol jangan hanya rebutan kursi, tapi harus memikirkan Indonesia ke depan," ujarnya.  

"Kami adalah partai tertua dan fraksinya juga tertua di parlemen. Sebab itu, tugas Golkar adalah memberi contoh pada partai lain, jangan ribut-ribut saja pada politik praktis tapi wujudkan pembangunan untuk cita-cita bangsa," kata Ical.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau