Yenny Wahid Siap Menyusui Bayi Dara

Kompas.com - 20/02/2013, 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, mengaku siap untuk memberikan air susu ibu (ASI) miliknya untuk bayi Dara Nur Anggraini. Pasalnya, Yenny baru melahirkan anak keduanya enam bulan lalu sehingga masih menyusui anaknya.

"Saya mendengar bayi Dara belum sempat disusui ibunya. Kalau bisa menolong, saya siap menyusui bayi Dara agar kondisinya segera normal. Bagaimanapun, ASI tetap obat yang paling mujarab untuk bayi," kata Yenny di Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Perempuan yang menjadi duta ASI UNICEF itu mengaku sangat sedih atas kematian suadara kembar Dara, Dera Nur Anggraini, lantaran faktor ekonomi. Kematian Dera, kata dia, harus menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih memikirkan nasib orang miskin dengan memberikan fasilitas kesehatan yang memadai.

"Jangan ada lagi bayi-bayi lain yang meninggal karena tidak mendapat pertolongan pada waktunya," kata putri almarhum Abdurrahman Wahid itu.

Seperti diberitakan, Dara tengah dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat. Ibu Dara, Lisa Darawati (20), juga dirawat di RS yang sama. Kondisi Dara yang lahir prematur disebut semakin baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau