JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, mengaku siap untuk memberikan air susu ibu (ASI) miliknya untuk bayi Dara Nur Anggraini. Pasalnya, Yenny baru melahirkan anak keduanya enam bulan lalu sehingga masih menyusui anaknya.
"Saya mendengar bayi Dara belum sempat disusui ibunya. Kalau bisa menolong, saya siap menyusui bayi Dara agar kondisinya segera normal. Bagaimanapun, ASI tetap obat yang paling mujarab untuk bayi," kata Yenny di Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Perempuan yang menjadi duta ASI UNICEF itu mengaku sangat sedih atas kematian suadara kembar Dara, Dera Nur Anggraini, lantaran faktor ekonomi. Kematian Dera, kata dia, harus menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih memikirkan nasib orang miskin dengan memberikan fasilitas kesehatan yang memadai.
"Jangan ada lagi bayi-bayi lain yang meninggal karena tidak mendapat pertolongan pada waktunya," kata putri almarhum Abdurrahman Wahid itu.
Seperti diberitakan, Dara tengah dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat. Ibu Dara, Lisa Darawati (20), juga dirawat di RS yang sama. Kondisi Dara yang lahir prematur disebut semakin baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang