Peluang Wirausaha dari Produk Kecantikan

Kompas.com - 22/02/2013, 15:43 WIB

KOMPAS.com - Perempuan yang mandiri dan berdaya untuk dirinya dan orang lain di sekitarnya menjadi perhatian bagi pasangan ilmuwan asal Amerika Serikat Jan dan Frank. Melalui produk kecantikan, mereka pun menciptakan peluang usaha dengan sistem penjualan langsung (direct selling), menyasar kaum hawa sebagai pelaku usahanya.

Jan dan Frank kemudian mendirikan perusahaan kosmetik di negara asalnya, berpusat di California. Pasangan ini menciptakan kosmetik bermerek Jafra, gabungan dari nama mereka. Menciptakan kosmetik bukan satu-satunya tujuan, namun bagaimana perempuan bisa mendapatkan peluang usaha darinya menjadi impian pasangan ini.

Impian Jan dan Frank pun terwujud dengan berkembangnya Jafra selama 56 tahun. Sepeninggal keduanya, pada 2004 Jafra bergabung dengan Vorwerk Group (perusahaan penjualan langsung berbasis di Jerman yang masuk lima besar di dunia).

Jafra pun mendunia, mendukung 550.000 konsultan yang tersebar di 11 negara termasuk Amerika, Meksiko, Rusia, India dan Italia. Jafra pun semakin giat menyasar pasar Asia dan perempuan Asia untuk berwirausaha melalui produk kecantikan ini. Pada 2013, Jafra pun mulai menyasar Indonesia.

Kehadiran produk kecantikan yang diproduksi di Queretarro, tiga jam perjalanan dari Kota Meksiko, di Indonesia bukan tanpa alasan. Sebuah hasil survei menguatkan kehadirannya memberikan peluang bisnis untuk perempuan Indonesia.

Women's Leadership Survey 2012 terhadap perempuan Indonesia menunjukan:
* 72 persen perempuan Indonesia melepas karier di kantor karena ingin lebih sering bersama keluarga.
* 39 persen perempuan Indonesia berhenti kerja kantoran karena ingin waktu kerja yang lebih fleksibel.
* 35 persen perempuan Indonesia melepas karir di kantor karena ingin mencari uang lebih banyak.

"Jafra membuka peluang usaha dengan sistem direct selling, terutama untuk perempuan, dengan produk kecantikan yang diproduksi menggunakan bahan alami, selain juga mengandalkan teknologi pada setiap produknya," ungkap Troy Fridatama, Marketing Manager Jafra Cosmetics Indonesia, saat temu media di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Sebagai tahap awal, Troy mengatakan sekitar 150 SKU produk kecantikan Jafra akan hadir di Indonesia. Terdiri dari perawatan kulit, tata rias, wewangian dan perawatan tubuh.

Melalui konsep berbagi informasi yang unik yakni Jafra Beauty Party, calon pebisnis pemula atau disebut konsultan bisa mendapatkan ragam informasi produk. Di pertemuan ini, calon konsultan juga bisa mendapatkan pengalaman langsung atas sejumlah produk kecantikan.

Selanjutnya, kreativitas Anda dalam memasarkan produk kecantikan akan menentukan keberhasilan berwirausaha di bidang kecantikan ini. Untuk memulai usaha, Jafra Starter Kit senilai Rp 299.000 bisa menjadi langkah awalnya.

"Starter Kit ini bisa digunakan untuk trial produk ke konsumen. Jika berhasil menjual salah satu produk, konsultan mendapatkan keuntungan langsung 30 persen dari harga produk. Keuntungan ini bisa langsung diterima begitu konsultan melakuan pembayaran ke Jafra," jelasnya.

Salah satu produk kecantikan yang berpotensi untuk dijadikan peluang bisnis adalah rangkaian skincare. Menurut Troy, semakin banyak perempuan yang mulai peduli dengan perawatan kulit.

Produk seperti scrub atau masker lumpur, dengan kandungan alami beraroma lembut bisa mendatangkan keuntungan, tentunya dengan strategi penjualan yang tepat. Sekali lagi, kreativitas pelaku usaha menentukan keberhasilan bisnis produk kecantikan dengan sistem penjualan langsung ini.

Menurut Troy, produk kecantikan yang diolah dari bahan alam mengandalkan teknologi untuk menghasilkan manfaat maksimal menjadi keunggulan sekaligus potensi besar untuk bisnis.

Potensi bisnis juga tak hanya disumbangkan oleh kualitas produk. Adanya jenjang karier juga memberikan nilai tambah. Chandra Boniseptiawan, Area Sales Manager Jafra Cosmetics Indonesia mengatakan ada empat posisi yang bisa diraih. Mulai konsultan, manajer, eksekutif, dan ambassador.

"Selain mendapatkan profit langsung 30 persen per produk dari penjualan langsung, konsultan bisa mendapatkan passive income berupa bonus jaringan. Keuntungannya sekitar 10-40 persen dari total omzet penjualan grup. Setiap peringkat ada perhitungannya masing-masing," jelasnya.

Chandra optimistis bisnis dengan konsep unik ini,salah satunya tidak menjual produk mengandalkan katalog tapi dengan merasakan langsung manfaat produk kecantikan (melalui Beauty Party), memberikan peluang bagi mereka yang berminat berwirausaha. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau