BANDUNG, KOMPAS.com — Tim pemenangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menanggapi laporan yang dibuat Andri Perkasa Kantaprawira yang melaporkan mereka atas dugaan penyalahgunaan pejabat negara, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dalam kampanye.
Mereka mengakui bahwa pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja. "Kejadiannya tanggal 8 Februari, Deddy Mizwar bertemu Mahfud MD di kereta arah Cirebon," ujar Imam Budi, Ketua Tim Sukses Aher-Demiz, Jumat (22/2/2013).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sempat bersalaman lalu ada yang mengabadikannya. Namun, Imam mengaku tidak mendengar pasti dialog di antara dua orang itu.
Laporan Andri diserahkan ke Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Jabar pada hari Jumat. Dia menyoal sebuah iklan kampanye pada media massa yang menampilkan foto Deddy Mizwar dan Mahfud MD yang tengah bersalaman di dalam kereta.
Koran tersebut adalah terbitan tanggal 15 Februari 2013 dan tercantum spesifik disponsori oleh "Sahabat Aher."
Yang dipermasalahkan Andri adalah caption foto tersebut yang secara spesifik menyebut bahwa Mahfud memberikan dukungan kepada Deddy Mizwar.
Imam mengatakan bahwa Mahfud tidak memiliki hak pilih dalam Pilkada Jabar dan dia juga meyakini Mahfud MD tidak akan menyalahgunakan jabatannya.
Disinggung soal "Sahabat Aher", Imam menyebut bahwa mereka adalah jaringan relawan yang bergerak independen dan tidak bernaung di bawah tim sukses.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang