Kemendikbud: Kurikulum 2013 Dorong Siswa Lebih Kreatif

Kompas.com - 23/02/2013, 22:41 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini sedang gencar melakukan sosialiasi kurikulum 2013 yang dinilai memiliki muatan pembelajaran yang mampu mendorong siswa lebih kreatif.

"Untuk kurikulum sebelumnya, sisi kreativitas siswa ini kurang disentuh. Karenanya, dalam kurikulum 2013 yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014 akan lebih mendorong siswa untuk kreatif," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Syamsul Gultom, usai memberikan sosialisasi di Kota Yogyakarta, Sabtu (23/2/2013).

Menurut dia, kreativitas tersebut adalah modal yang harus dimiliki setiap siswa agar mampu mengikuti perkembangan zaman serta mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Berdasarkan penelitian, lanjut dia, kreativitas tersebut sangat ditentukan oleh pendidikan dan hanya ada sedikit pengaruh dari gen yang dimiliki.

"Dua per tiga kreativitas ditentukan oleh pendidikan, dan hanya satu per tiga ditentukan oleh gen. Karenanya, pendidikan pun harus bisa ditujukan untuk mendorong siswa lebih kreatif," lanjutnya.

Syamsul menambahkan, dalam kurikulum 2013 tersebut proses pembelajaran akan dilakukan secara holistik disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa sesuai jenjang sekolah.

Perubahan yang cukup besar terjadi di jenjang sekolah dasar karena tidak akan menerapkan sistem mata pelajaran namun akan menerapkan program pembelajaran secara tematik. "Dalam metode pembelajaran tematik tersebut sudah mencakup berbagai mata pelajaran. Siswa diajak untuk mengenal ilmu dasarnya dulu," katanya.

Pada tahun ajaran 2013/2014, metode pembelajaran tematik ini hanya akan dilakukan untuk siswa kelas 1 dan 4, sedang siswa kelas 2,3,5, dan 6 masih menggunakan kurikulum lama. Buku tematik pembelajaran untuk siswa SD sudah siap namun sedang dalam proses peninjauan oleh tim ahli.

"Siswa SD yang lulus pada 2015 adalah siswa yang sudah menikmati kurikulum 2013 dengan sistem ujian kompetensi dasar. Ini yang diperlukan untuk siswa SD adalah penguasaan pada kompetensi dasar, tidak hanya pada hasil keluaran tetapi juga proses," katanya.

Sementara itu, pemberlakuan kurikulum 2013 untuk jenjang SMP dan SMA/SMK akan dimulai untuk siswa kelas 1. "Metode pembelajaran untuk SMP dan SMA/SMK masih sama yaitu berdasarkan pada mata pelajaran," katanya.

Oleh karena itu, Syawal berharap guru dan sekolah tidak perlu khawatir untuk menerapkan kurikulum 2013 karena masih akan diberikan pendampingan baik dari kepala sekolah, pengawas dan guru inti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, sosialisasi kurikulum 2013 diikuti 504 peserta dai kepala SD, SMP, SMA dan SMK negeri dan swasta serta pengawas sekolah di Kota Yogyyakarta.

"Dengan sosialisasi ini, guru dan sekolah diharapkan memiliki persiapan untuk menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru nanti," katanya.

Selain kurikulum 2013, sekolah di Kota Yogyakarta juga akan mulai menerapkan kurikulum muatan lokal pada tahun ajaran mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau