Jenazah Sertu Frans Dinanti Keluarga

Kompas.com - 23/02/2013, 22:45 WIB

TANA TORAJA, KOMPAS.com - Ratusan keluarga dan kerabat Sersan Satu Frans Hera Pongallo. anggota TNI yang tewas di Puncak Jaya, Papua, menunggu kedatangan jasad korban di kediaman almarhum di Dusun To'ambojong, Desa Betteng Deata, Kecamatan Gandasil, Kabupaten Tana Toraja.

Sejak mendapat kabar tentang kematian anaknya, orangtua Sertu Frans, Dina, tak berhenti menangisi kepergian anaknya.

Demikian juga dengan keluarga dan kerabat di kampung halama Kabupaten Tana Toraja. Mereka terlihat gelisah menanti kedatangan jazad korban, Sabtu (23/2/2013).

Kediaman orang tua Frans, terlihat ramai keluarga dan kerabat yang datang mengucapkan bela sungkawa dan menanti kedatangan jenazah.

Dina, meski sedih, terlihat pasrah menerima kenyataan pahit akan kematian anak sulung dari lima bersaudara itu.

"Saya berharap agar anak saya segera dipulangkan ke kampung," kata Dina.

Di rumah duka juga terlihat Komandan Kodim 1414 Tana Toraja Letnan Kolonel Buang Andry yang ikut mengucapkan rasa bela sungkawa dan memberikan semangat untuk keluarga korban.

"Kami akan upayakan pemulangan jenazah ke kampung halaman," papar Andri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau