Uji kelayakan

Tiga Calon Hakim Konstitusi Mundur

Kompas.com - 28/02/2013, 01:48 WIB

Jakarta, Kompas - Tiga dari enam calon hakim konstitusi pengganti Mahfud MD yang akan mengakhiri tugasnya pada 1 April 2013 menyatakan mundur. Akibatnya, hanya tiga calon yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, yang dimulai Rabu (27/2) dengan pembuatan makalah.

Tiga calon yang mengikuti seleksi tersebut adalah Arief Hidayat, Djafar Albram, dan Sugianto. Pada 4 Maret 2013, Komisi III DPR akan melakukan wawancara terbuka terhadap para calon sebelum akhirnya dilakukan pemilihan pada 5 Maret.

Sementara tiga calon yang mengundurkan diri adalah Patrialis Akbar, Lodewijk Gultom, dan Ni’matul Huda.

Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin menuturkan, ketiga calon itu resmi mundur dari pencalonan dengan mengirim surat kepada Komisi III DPR.

Dalam suratnya, Patrialis yang pernah menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, antara lain, menulis, ”Dengan penuh hormat dan mohon maaf, untuk saat ini saya belum bersedia mencalonkan diri sebagai calon hakim konstitusi. Semoga pada kesempatan lain saya bersedia demi untuk kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta.”

Sebelumnya, Patrialis dicalonkan menjadi hakim konstitusi oleh Fraksi Partai Amanat Nasional dan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya.

Adapun Lodewijk menyatakan tidak bisa menjadi hakim konstitusi karena tanggung jawabnya pada dunia pendidikan. Lodewijk adalah Rektor Universitas Krisnadwipayana.

Ni’matul Huda mengundurkan diri karena tidak mendapat izin dari kampusnya, yaitu Universitas Islam Indonesia. Saat ini, Ni’matul masih menjadi ketua program pascasarjana fakultas hukum di universitas tersebut.

Anggota Komisi III DPR, Ahmad Basaran, mengatakan, mundurnya tiga calon itu tidak mengganggu proses seleksi hakim konstitusi. (ana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau