Hary Tanoe Bantah Anas Gabung Perindo

Kompas.com - 28/02/2013, 15:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendiri Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo membantah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bergabung dengan ormasnya. Menurut Hary Tanoe, kabar bergabungnya Anas dengan Perindo hanya rumor yang tidak berdasar.

"Itu rumor. Untuk menjadi anggota Perindo itu sukarela, tidak perlu dipaksa dan diminta," kata Hary Tanoe di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/2/2013). Dia pun mengatakan tak pernah mengajak Anas bergabung ke Perindo. Pertemuannya dengan Anas pada Sabtu (23/2/2013) adalah murni silaturahim dan pemberian dukungan moril.

Selain itu, Hary Tanoe menjelaskan, dia sama sekali tidak akan pernah memaksa seseorang bergabung dengan Perindo. "Saya berprinsip kalau pemaksaan itu tidak ada gunanya, lebih baik tetap ikut mengembangkan visi di organisasi itu," ujar bos MNC grup tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar Anas bersama ibunya, Sriati, menuju Bandara Soekarno Hatta dari rumahnya di Duren Sawit. Tujuan Anas ke bandara tak lain mengantar ibunya untuk pulang ke Blitar lewat Surabaya, sedangkan Anas juga pergi naik pesawat, tetapi dengan tujuan Batam.

Harian Surya (Kompas Gramedia Grup), yang mewawancarai Sriati di rumahnya, Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Senin (25/2/2013), mendapatkan informasi bahwa Anas ke Batam untuk urusan Perindo. Sriati dalam wawancara itu menjelaskan bahwa anaknya ke Batam karena ada undangan dari pendiri Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Geliat Politik Jelang 2014

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau