Tahun Ini, DKI Tata 33 Kampung Kumuh

Kompas.com - 28/02/2013, 15:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta berencana menata kampung kumuh. Sebanyak 33 lokasi kampung kumuh akan ditata.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Yonathan Pasodung mengatakan hal itu di Balaikota Jakarta, Kamis (28/2/2013). Yonathan mengatakan, penataan kampung kumuh melibatkan empat aspek, yaitu peremajaan taman, peremajaan jalan, perluasan jalan, serta perbaikan saluran dan rumah. Masyarakat juga akan diikutsertakan dalam meremajakan kampung mereka sendiri dan akan ada konsultan yang turut mendampingi.

"Nah, dari itu, kami bentuk kelompok kerja," kata Yonathan.

Kendati demikian, Yonathan enggan menyebutkan lokasi mana saja yang menjadi sasaran untuk penataan kampung. Proses penunjukan lokasi menurutnya akan dilakukan dengan sistem undi, apalagi jika jumlah peminat lebih dari kuota.

Penataan disesuaikan dengan pola rumah di setiap daerah. Sementara itu, anggaran yang digelontorkan diperkirakan menghabiskan Rp 30 miliar-Rp 40 miliar per titik.

Program penataan kampung juga sudah masuk dalam program unggulan Pemprov DKI tahun ini dan akan sepenuhnya menggunakan APBD DKI. Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana menata 350 kampung di Jakarta. Proses perbaikan kampung akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan dengan sepuluh konsep yang sudah ia persiapkan.

Untuk melakukan upgrade terhadap kampung-kampung kumuh itu diperlukan dana sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar per kampung. Kampung yang akan ditata juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau, perpustakaan, dan drainase yang baik.

Desain-desain kampung itu juga dikerjakan oleh beberapa arsitek swasta dan dari perguruan tinggi negeri. Secara keseluruhan, ada sepuluh desain penataan kampung yang telah diwacanakan oleh Jokowi.

Selain Kampung Protein, desain-desain kampung lain meliputi Kampung Stasiun di Bukit Duri; Kampung Herbal dan Kampung Platform di Manggarai, Jakarta Selatan; Kampung Shopping di Poncol, Jakarta Selatan; Kampung Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara; Kampung Kampus di Tomang, Jakarta Barat; Kampung Backpacker di Kebon Sirih, Jakarta Pusat; Kampung Tekstil di Kebon Kacang, Tanah Abang; serta Kampung CBD di Karet.

Berita terkait, baca:

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau