PT KAI Bongkar Paksa Bangunan

Kompas.com - 28/02/2013, 17:22 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 9 Jember, Jawa Timur, membongkar paksa tiga rumah yang  mepet rel di Kelurahan Patrang, Kamis (28/2/2013).

Pembongkaran dilakukan setelah para penghuni tidak bersedia membongkar sendiri, pascasosialisasi larangan mendirikan bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan .

Antara Stasiun Jember dan Arjasa yang berjarak sekitar tujuh  kilometer, terdapat sebanyak 262 bangunan yang seharusnya dibongkar, dan hanya tiga bangunan yang masih tersisa. Sebelumnya, 258 bangunan dibonkar sendiri penghuninya dengan mengikuti ketentuan jarak antara bangunan dan as rel kereta api.

"Tiga bangunan dibongkar paksa, karena pemiliknya tidak mau membongkar sendiri. Kami dengan terpaksa dari PT KAI Daops 9 Jember mengambil alih pembongkaran bangunan liar itu secara paksa," kata Gatut Setyatmoko, Manajer Humas PT KAI Daops 9 Jember kepada wartawan, Kamis, di Patrang.

Masih tersisa satu bangunan lagi yang semi permanen di Kelurahan Baratan. Untuk pembongkartan bangunan tersebut, kata Gatut Setyatmoko, pihaknya sudah koordinasi dengan RT dan RW setempat.

Pembongkaran bangunan liar di sepanjang rel kereta api dilakukan, karena jarak antara bangunan dengan as rel kurang dari enam meter.

Penertiban ini dilakukan untuk memberi perlakuan yang sama kepada pemilik bangunan lainnya, yang telah dilaksanakan sejak awal Desember 2012 lalu. "Setelah bangunan liar dari Stasiun Jember hingga Stasiun Arjasa tuntas, PT KAI Daops 9 Jember akan menertibkan seluruh bangunan yang tidak memenuhi ketentuan yakni enam  meter dari as rel agar jarak pandang masinis tidak terganggu," kata Gatut.

"Ini bertujuan memberi kenyamanan jarak pandang masinis, demi untuk keselamatan pengguna jasa kereta api dan masyarakat," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau