Basuki Imbau Masyarakat Bantu Padamkan Kebakaran

Kompas.com - 01/03/2013, 11:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau kepada masyarakat untuk dapat berperan aktif membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan peristiwa kebakaran. Hal itu diupayakan karena kurangnya personel pemadam kebakaran yang dimiliki oleh DKI saat ini.

"Nah, sekarang kami butuh orang dari luar, karena memang kekurangan personel," kata Basuki, di Pusdiklat Pemadam Kebakaran, Ciracas, Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Selain karena kekurangan personel, dengan penambahan personel dari masyarakat, Basuki mengharapkan, masyarakat dapat merasakan kegigihan petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan sebuah kebakaran.

"Dengan begitu, orang di lapangan jadi tahu apa yang dihadapi dan apa yang dirasakan oleh petugas pemadam kebakaran," kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Hingga saat ini, kata Basuki, kinerja petugas pemadam kebakaran sangat baik. Ia juga memercayakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo untuk dapat memimpin dan mengatasi penanggulangan kebakaran di Ibu Kota.

"Makanya kami percaya, Pak Bejo bisa menyelesaikan semua masalah, karena dia juga orang dalam," ujarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo membenarkan bahwa saat ini dinas yang dipimpinnya kekurangan personel. Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI baru memiliki 3.003 personel dan masih ada kekurangan sekitar 1.000 personel lagi.

"Iya, pemberdayaan masyarakat. Di samping itu, kami juga harus tetap melakukan pendampingan untuk membantu kami ketika merespon suatu kejadian," kata Subejo.

Untuk menutupi kekurangan personel itu, Subejo akan mengupayakan dengan membangun kolaborasi antara masyarakat dengan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar). Formatnya pun hingga saat ini masih dikaji bersama Pemprov DKI.

"Jadi, nanti antara petugas reguler dengan masyarakat yang kerja berbarengan dengan kita, kami coba legal basisnya seperti apa, sehingga itu bisa digunakan secara hukum," ujar Subejo.

Subejo mengatakan, untuk kedepannya, dia akan tetap mengajukan permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk dapat menambahkan personel melalui analisa jabatan (anjab). "Nanti dalam anjab itu, yang akan kami alokasikan rencananya 4.035 personel," katanya.

Perayaan Ulang Tahun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI yang ke-94 itu, juga dimeriahkan oleh aksi pemadaman api dengan menggunakan pawang geni dan atraksi mobil pemadam kebakaran.

Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan, Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin, dan mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Paimin Napitupulu.

Berita terkait, baca:

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau