Sekolah Sempat Minta Korban Oral Seks Berdamai

Kompas.com - 01/03/2013, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya damai dalam kasus dugaan tindak asusila yang menimpa MA, salah satu siswi sebuah SMA Negeri Jakarta Timur, sempat dilakukan pihak sekolah. Namun, permintaan damai tersebut ditolak oleh keluarga MA.

"Memang pernah ada tawaran untuk berdamai dari pihak sekolah. Namun, pihak keluarga menolak tidak mau untuk berdamai," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/3/2013).

Menurut Rikwanto, permintaan damai dari sekolah terhadap pihak keluarga siswi yang sudah duduk di bangku kelas III SMA itu bersifat ajakan. "Perdamaiannya baru ajakan. (Menjanjikan) imbalan atau kontribusi tidak ada," ujar Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan bahwa MA adalah siswi jurusan IPS di sekolah tersebut. Sementara terlapor, guru berinisial T, berstatus sebagai guru Biologi yang merangkap sebagai wakil kepala sekolah.

Antara MA dan T sendiri tidak pernah terlibat langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Diduga, T memanfaatkan statusnya sebagai wakil kepala sekolah untuk melakukan intimidasi terhadap MA agar menuruti nafsunya.

"Karena murid merasa bahwa posisinya dia (T) sebagai wakil kepala sekolah akan berpengaruh terhadap nilai, dan juga dia (MA) sebentar lagi akan menempuh ujian akhir sekolah," ujar Rikwanto.

Dalam pemeriksaan terhadap saksi korban dan juga guru BP sekolah, kata Rikwanto, keduanya membenarkan telah terjadinya tindak asusila tersebut. Namun, untuk mendukung keterangan tersebut, rencananya polisi akan melakukan penelusuran di tempat-tempat mana T diduga melakukan oral seks terhadap siswinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau