Pilgub sumatera utara

Masa Tenang di Sumut

Kompas.com - 04/03/2013, 07:54 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Minggu (3/3/2013), mengemas kampanye dengan berbagai cara untuk menarik pemilih di hari terakhir masa kampanye. Senin ini, tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah Sumut memasuki masa tenang.

Sejumlah tokoh nasional hadir pula pada kampanye putaran terakhir itu. Pemungutan suara dalam Pilkada Sumut digelar pada 7 Maret mendatang.

Dalam kampanye terakhir, pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Minggu, menggelar kampanye terbuka di Lapangan Merdeka, Medan. Ribuan orang mengikuti kampanye yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri itu. Jokowi dielu-elukan massa.

Jokowi bercerita, saat diminta Megawati untuk mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, ia tidak memiliki uang. Namun, ia menang. ”Duit bukan nomor satu,” ujarnya. Megawati pun mengingatkan warga Sumut untuk tidak tergiur uang yang disebarkan tim sukses.

Pasangan petahana (incumbent) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi menggelar kampanye di Alun-alun Stabat. Kampanye dihadiri mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto juga hadir dalam kampanye pasangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman. Sejumlah pimpinan Partai Demokrat juga hadir di Sumut untuk mengampanyekan pasangan Amri Tambunan-RE Nainggolan.

Sementara itu, hingga Minggu, banyak warga yang belum memiliki undangan untuk memilih. Lia, warga Jalan Binjai 8, mengatakan belum menerima kartu undangan itu. Hal serupa diakui Verawaty Siregar, warga Silimbat, Kabupaten Toba Samosir.

Dari Jawa Timur, Minggu, dilaporkan, Pilkada Kabupaten Pasuruan berlangsung damai. Sebanyak enam pasangan calon, yaitu Eddy Paripurna-Bambang Pudjiono, Udik Djanuantoro-Joko Cahyono, Anwar Sadat-Dade Angga, Irsyad Yusuf-Riang Kulup Prayuda, Muzammil Syafii-Juraidah, dan Kelana Aprilianto-Agus Asyari, memperebutkan suara lebih dari 1,145 juta pemilih.

Kampanye akbar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan, Minggu, mewacanakan penghapusan kampanye akbar di empat kabupaten yang melaksanakan pilkada bersamaan dengan pemilihan gubernur/wakil gubernur. Peniadaan kampanye akbar itu untuk mengurangi gesekan di antara pendukung.

Menurut anggota KPU Sumsel, Ong Berlian, rencana penghapusan kampanye akbar untuk pasangan calon gubernur/wagub itu akan dibicarakan dengan tim sukses calon masing-masing. ”Jika seluruh tim sukses sepakat, penghapusan kampanye akbar baru dilakukan,” katanya.

Menurut Ong, penghapusan kampanye akbar itu dipelajari dari KPU Jawa Barat yang menerapkannya dalam pilkada tahun ini. Pilkada Sumsel tahun ini digelar pada 6 Juni serentak dengan pilkada di Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.

Secara terpisah, Herman Deru dan Maphilinda Syahrial Oesman menjadi pasangan calon kepala daerah pertama yang pada hari Sabtu mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur/wagub Sumsel. Herman adalah Bupati Ogan Komering Ulu Timur. Maphilinda adalah istri Syahrial Oesman, Gubernur Sumsel periode 2003-2008.

Di Jawa Tengah, Panitia Pengawas Pemilu Kota Salatiga menemukan data 912 pemilih dalam daftar pemilih sementara Pilkada Jateng bermasalah, terutama nama ganda. (IRE/WSI/DIA/UTI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau