Skandal hambalang

Audit Hambalang Tahap II, BPK Telusuri 10 Lebih Anggota DPR

Kompas.com - 04/03/2013, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga kini masih melakukan audit megaproyek Hambalang tahap II. Dalam audit tahap II tersebut, BPK menelusuri lebih dari 10 orang anggota Komisi X DPR terkait penganggaran proyek pelatihan atlet tersebut. BPK sendiri tidak dapat menentukan waktu berakhirnya audit tahap II itu. Pasalnya, masih terbuka kemungkinan jumlah anggota DPR yang ditelusuri dapat bertambah.

"Jadi, kami menelusuri pihak-pihak yang mengetahui penganggaran dan penentuan jumlah maupun perpindahan (anggaran) dari proyek single budget menjadi multiyears itu," kata anggota BPK Ali Masykur Musa di Gedung MK, Jakarta, Senin (4/3/2013).

Ali menambahkan, penelusuran terhadap belasan anggota dewan itu termasuk meminta konfirmasi mereka atas proyek Hambalang. Konfirmasi itu, kata Ali, untuk mengetahui penentu kebijakan anggaran proyek pelatihan atlet Hambalang.

Menurutnya, konfirmasi itu juga akan menjadi data BPK dalam audit tahap II. Pasalnya, BPK memiliki wewenang dalam memutuskan data politik yang menyangkut politik anggaran maupun penentuan angka proyek sendiri. "Kami sekarang fokus di dua hal. Pertama, sampling dari pemeriksaan yang pertama itu kan belum menampung semua angka seluruh proyek yang ada, kemudian yang kedua juga menyangkut besarnya kerugian negara. Berikutnya itu yang akan diputuskan dari proses pemeriksaan di tahap kedua ini," tuturnya.

Saat disinggung adakah dalam tahap kedua Hambalang ditemui aliran dana ke Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, Ali mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, dia tidak dalam posisi menelusuri keterlibatan orang per orang menyangkut proses pelaksana pemenang tender dalam proyek pelatihan atlet itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau