Mantan Atlet Kaget Dapat Bantuan Rp 50 Juta dari Jasa Marga

Kompas.com - 04/03/2013, 16:39 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Mantan atlet nasional yang mendapatkan bantuan dari PT Jasa Marga di Kantor KONI Pusat Jakarta, Senin (4/3/2013),  mengaku kaget melihat nilai bantuan yang diberikan oleh salah satu perusahaan milik negara itu.

"Saya tidak menyangka mendapatkan uang segede ini. Saya pikir nilainya tidak sampai segini," kata mantan atlet nasional pencak silat, Marina Segedi, yang pernah berprofesi sebagai sopir taksi.

Peraih medali emas SEA Games 1981 di Singapura itu mengaku bantuan tali asih sebesar Rp 50 juta yang diterima ini akan digunakan sebaik mungkin agar bisa menjamin kehidupan di masa tuannya. Saat ini perempuan berusia 49 tahun ini menjalani profesinya sebagai sopir pribadi.

Rasa tidak percaya dan kaget juga diungkapkan oleh Leni Haini. Mantan atlet perahu naga berusia 35 tahun ini akan menggunakan uang bantuan yang diterima untuk pengobatan anak ketiganya yang menderita penyakit langka (kerapuhan kulit)

"Bantuan ini untuk pengobatan dedek (Habibatul Fasiha). Kami sangat bersyukur dengan pemberikan bantuan ini," kata atlet yang mampu mempersembahkan medali emas kejuaraan dunia perahu naga di Taiwan 1998 itu.

Peraih medali emas perahu naga SEA Games 1999 itu mengaku bantuan yang diterima saat ini adalah yang pertama dari sebuah perusahaan. Sebelumnya Leni mengaku pernah mendapatkan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp 10 juta.

Meski mendapatkan bantuan yang cukup besar, Leni berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak meski hanya bermodal ijazah Sekolah Dasar (SD). Apalagi yang masih aktif menjadi atlet telah diberi harapan oleh pemerintah terkait dengan masa depannnya setelah pensiun dari atlet.

"Sudah lebih dari 13 tahun saya menunggu, tapi saya belum mendapatkan pekerjaan yang tetap. Kami berharap jangan ada lagi Leni-Leni yang lain," katanya sambil menunjukkan medali yang pernah diraihnya.

Selepas menjadi atlet, Leni hanya bekerja serabutan. Harapan untuk mendapatkan perkerjaan yang layak belum teralisasi. Bahkan istri dari M Ikhsan yang hanyalah seorang petugas kebersihan di kompleks DPRD Jambi menjadi seorang buruh cuci.

Selain Marina dan Leni, masih ada 13 mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa yang mendapatkan bantuan yang diberikan langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan itu. Nilai bantuan tali asih berupa uang ini nilainya semua sama yaitu masing-masing Rp 50 juta.

Penerima bantuan itu adalah Tatok Hardiyanto (tenis meja) yang saat ini menjadi penjual kue, Suharto (balap sepeda) menjadi tukang becak, Jumain (dayung) menjadi penjaga kapal, Jimmy Sinantan (tinju) menjadi pelatih tinju amatir, R Sudaryanto (balap sepeda) yang saat ini terkena stroke.  

Semuel Elia Huwae (atletik) yang menjadi tukang parkir di Senayan, Hapsani (lari estafet) yang menjadi pengangguran, Wimpi Wungow (binaraga) yang saat ini hanya pengangguran, Entjeng Durachman (balap sepeda) pengangguran, Aming Priatna (balap sepeda) menjadi pelatih atlet muda, Moch Yusup (balap sepeda) pengangguran, Nico Thomas (tinju) pelatih tinju, dan Abdul Rojak (taekwondo) menjadi pelatih taekwondo di Cibinong.

Pemberian bantuan tali asih kepada mantan atlet nasional ini merupakan program pertama bagi PT Jasa Marga yang saat ini genap berusia 35 tahun itu.

"Kami ingin berbagi dengan mantan atlet nasional yang telah mengharumkan nama bangsa. Kegiatan ini merupakan bagian syukur kami atas perjalanan Jasa Marga yang ke-35 tahun," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman.

Menurut dia, bantuan yang diberikan kepada mantan atlet nasional ini merupakan sebagian keuntungan yang diraih selama ini. PT Jasa Marga juga akan terus berpartisipasi dalam pengembangan olahraga terutama dalam memberikan penghargaan kepada atlet-atlet nasional yang telah mengharumkan nama bangsa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau