Jasad di Tol Cikampek Diduga Berusia Belia

Kompas.com - 05/03/2013, 08:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Potongan jasad manusia yang ditemukan tercecer di tepi jalan Tol Cikampek Km 01 Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, arah Jatibening, Selasa (5/3/2013) pagi, diduga masih berusia belasan tahun. Bentuk potongan jasad menunjukkan hal tersebut.

"Kalau dari ukuran potongan kaki sama tangan, nggak terlalu besar. Usianya sekitar 17 tahun," ujar Suwoto (45), seorang saksi mata pengguna jalan tol kepada Kompas.com, Senin pagi.

Meski demikian, Suwoto tak bisa memprediksi jenis kelamin dari potongan-potongan tubuh manusia tersebut. Sebab, selain ciri-ciri jenis kelamin tidak tampak dalam potongan jasad itu, kondisinya pun tampak kotor oleh pasir jalanan.

Menurut keterangan Suwoto, pertama kali ia melihat potongan jasad manusia itu sekitar pukul 06.30 WIB. Potongan pertama ialah kaki di jalur darurat, 500 meter kemudian potongan tangan di jalur satu, 200 meter kemudian dada di jalur satu. Setelah itu, 200 meter kemudian usus di jalur dua dan 100 meter kemudian potongan kepala manusia terbungkus plastik hitam di jalur dua.

Keberadaan potongan tubuh itu sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Namun, tak ada satu pun pengguna jalan tol yang berani berhenti. Beberapa di antaranya tampak hanya memperlambat sedikit laju kendaraan sambil membuka kaca mobil untuk memastikannya.

Bau amis pun tercium dari potongan manusia itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak kepolisian yang memberikan keterangan resmi. Informasi yang dihimpun, petugas polisi baru berada di lokasi penemuan potongan jasad manusia tersebut sekitar pukul 07.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau