Tak Datang ke Sidang, Raffi Picu Perdebatan

Kompas.com - 05/03/2013, 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Raffi Ahmad tak terlihat sampai sidang praperadilan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, (PN Jaktim), Selasa (5/3/2013) siang, usai digelar. Hal itu sempat menimbulkan perdebatan antara kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompoel, dan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurut Hotma, hal tersebut bisa terjadi karena kelalaian pihak BNN. "Raffi sudah dipanggil BNN, sudah ditandatangani (pemanggilannya), kenapa Raffi tidak dihadirkan. Karena kelalaian BNN, Raffi tidak dihadirkan," kata Hotma di depan Majelis Hakim.

Sementara itu, pihak BNN mengaku memiliki beberapa alasan untuk tidak menghadirkan Raffi ke sidang perdananya itu. Jarak antara pusat rehabilitasi di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, di mana Raffi menjalani rehabilitasi, dengan tempat sidang tersebut, PN Jaktim, relatif jauh. Itu berkait dengan keamanan dan keselamatan Raffi serta kemungkinan ia melarikan diri.

"Raffi masih ada di Lido. Karena keamanan, juga karena perjalanan jauh, kami juga takut mengganggu jalannya persidangan," kata pihak BNN.

Mendengar hal tersebut, Hotma meyakinkan bahwa tidak mungkin Raffi kabur. Akhirnya, perdebatan itu ditengahi oleh Ketua Majelis Hakim, Sigit Sutriono. Sigit memerintahkan BNN untuk menghadirkan Raffi dalam sidang berikutnya.

"Raffi harus dihadirkan, tapi enggak harus setiap saat hadir. Kalau bisa secepatnya. Lebih cepat, lebih baik," kata Sigit.

Sidang selanjutnya akan diadakan pada Rabu (6/3/2013) mulai pukul 10.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau