CCTV Diharap Kuak Kasus Mutilasi di Tol Cikampek

Kompas.com - 05/03/2013, 18:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus penemuan potongan jasad wanita dalam kondisi terpisah-pisah di Tol Cikampek Km 1, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013) pagi, diselidiki Polisi. Kamera CCTV milik Jasa Marga pun menjadi salah satu hal yang menjadi pusat penyelidikan.

"Kami akan bekerja sama dengan Jasa Marga untuk meminta rekaman CCTV yang ada di tol tersebut," ujar Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Didik Haryadi di kantornya, Selasa sore.

Didik menerangkan, keterangan dalam CCTV itu digunakan untuk mengetahui aktivitas di titik-titik penemuan potongan mayat tersebut sejak Senin malam. Sebab, periode waktu tersebut diduga digunakan pelaku untuk membuang potongan jenazah wanita berusia sekitar 25-30 tahun.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian dalam pemeriksaan CCTV tersebut. Ia juga berharap, CCTV yang diberikan pihaknya akan memberikan titik terang bagi kasus mutilasi itu.

Lebih jauh, Adityawarman mengatakan, di Tol Cikampek terdapat 30 buah CCTV. Kamera tersembunyi tersebut diletakan di titik-titik strategis di mana lalu lintasnya padat. Adapun jarak jangkau CCTV itu mencapai 200 meter.

"Makanya nanti akan kita lihat dan koordinasikan ke petugas kita. Apakah di jam-jam tertentu, lokasi ada kecenderungan atau tidak," ujarnya.

Potongan tubuh wanita ditemukan di beberapa lokasi. Potongan kaki kanan ditemukan di jalur darurat Km 0+200, potongan tangan kanan ditemukan di jalur satu Km 1+200, potongan tangan kiri ditemukan di jalur satu Km 2+200, potongan-potongan kaki kiri ditemukan di jalur satu Km 2+300, potongan badan ditemukan di jalur satu Km 2+400, dan potongan kepala terbungkus plastik hitam di jalur dua Km 3+800. Adapun bagian kelamin, bokong, dan jantung korban pun belum diketahui keberadaannya.

Kesimpulan sementara di lapangan berdasarkan kondisi potongan, korban diduga dibunuh sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Hal itu menjadi dugaan lantaran kondisi potongan jenazah yang segar. Adapun, waktu dibuang di tol Cikampek itu diduga pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau