Krisis demokrat

Ketua Umum Baru Dipastikan dari Internal Demokrat

Kompas.com - 06/03/2013, 11:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan memastikan bahwa calon ketua umum yang akan menggantikan Anas Urbaningrum berasal dari internal Partai Demokrat. Hal ini menepis sejumlah spekulasi atas munculnya nama-nama dari kalangan eksternal Demokrat.

"Kriteria untuk ketum (ketua umum) baru adalah kader Demokrat. Dia harus punya waktu 100 persen melaksanakan tugas sebagai ketum," ujar Mangindaan, yang juga Menteri Perhubungan, di Gedung Kompleks Parlemen, Rabu (6/3/2013).

Ia mengungkapkan, dalam rapat internal pengurus Demokrat pekan lalu di Cikeas, partainya sama sekali belum menggodok nama yang akan maju dalam bursa pencalonan ketua umum. Rapat itu, katanya, hanya menetapkan kriteria Ketua Umum Partai Demokrat selanjutnya.

"Yang pasti, siapa pun dia, kader Demokrat yang bisa fokus, berarti dia tidak merangkap jabatan," katanya.

Mangindaan mengaku tak bisa berspekulasi atas sejumlah nama yang sempat disebut-sebut akan menjadi ketua umum Partai Demokrat. Nama-nama yang belakangan santer disebut adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.

Lebih lanjut, Mangindaan mengatakan, partainya akan kembali menggelar rapat dalam satu atau dua pekan mendatang. Rapat itu rencananya akan membicarakan soal penetapan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang harus segera diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum pada 9 April mendatang.

"Akan dirapatkan apakah satu dua minggu ini perlu kongres luar biasa untuk menetapkan ketua umum atau tidak untuk nantinya menunjuk siapa yang akan tanda tangan DCS," kata Mangindaan.

Seperti diketahui, kursi ketua umum Partai Demokrat saat ini kosong setelah Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya pasca-ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
Krisis Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau