JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan memastikan bahwa calon ketua umum yang akan menggantikan Anas Urbaningrum berasal dari internal Partai Demokrat. Hal ini menepis sejumlah spekulasi atas munculnya nama-nama dari kalangan eksternal Demokrat.
"Kriteria untuk ketum (ketua umum) baru adalah kader Demokrat. Dia harus punya waktu 100 persen melaksanakan tugas sebagai ketum," ujar Mangindaan, yang juga Menteri Perhubungan, di Gedung Kompleks Parlemen, Rabu (6/3/2013).
Ia mengungkapkan, dalam rapat internal pengurus Demokrat pekan lalu di Cikeas, partainya sama sekali belum menggodok nama yang akan maju dalam bursa pencalonan ketua umum. Rapat itu, katanya, hanya menetapkan kriteria Ketua Umum Partai Demokrat selanjutnya.
"Yang pasti, siapa pun dia, kader Demokrat yang bisa fokus, berarti dia tidak merangkap jabatan," katanya.
Mangindaan mengaku tak bisa berspekulasi atas sejumlah nama yang sempat disebut-sebut akan menjadi ketua umum Partai Demokrat. Nama-nama yang belakangan santer disebut adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.
Lebih lanjut, Mangindaan mengatakan, partainya akan kembali menggelar rapat dalam satu atau dua pekan mendatang. Rapat itu rencananya akan membicarakan soal penetapan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang harus segera diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum pada 9 April mendatang.
"Akan dirapatkan apakah satu dua minggu ini perlu kongres luar biasa untuk menetapkan ketua umum atau tidak untuk nantinya menunjuk siapa yang akan tanda tangan DCS," kata Mangindaan.
Seperti diketahui, kursi ketua umum Partai Demokrat saat ini kosong setelah Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya pasca-ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang.
Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
Krisis Demokrat