Ini Alasan Penting Digelarnya Kongres Biasa PSSI

Kompas.com - 06/03/2013, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tak memungkiri soal adanya penambahan agenda dalam Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013. Penambahan agenda kongres menyangkut penetapan waktu dan tempat pelaksanaan kongres biasa serta pembubaran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) setelah penyelenggaraan kongres biasa.

Penambahan agenda kongres ini kali pertama diungkapkan oleh salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. "Benar, hal itu (penambahan agenda) telah disepakati dengan Pak La Nyalla," ungkap Djohar kepada wartawan, Rabu (6/3/2013).

Keputusan menambah agenda tersebut sebetulnya bertentangan dengan amanat FIFA. Dalam suratnya, FIFA beberapa kali menyatakan bahwa KLB hanya mengagendakan penyatuan liga, revisi statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, dan peserta kongres adalah pemilih saat KLB PSSI pada Juli 2011. Djohar menyatakan tidak ada aturan yang dilanggar dengan penambahan agenda dalam KLB karena dilakukan untuk mengakomodasi kesepakatan (MoU) antara PSSI dan KPSI di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Poin-poin pembahasan kongres nanti kan sebenarnya tindak lanjut dari MoU. Tapi, kami juga akan berkomunikasi lebih lanjut dengan FIFA. Jadi, tidak akan ada masalah," ujarnya.

Ia mengatakan, kongres biasa diperlukan untuk mengakhiri dualisme organisasi sepak bola nasional. Menurut Djohar, KPSI—sebagaimana yang terdapat dalam MoU—baru bisa dibubarkan setelah kongres biasa. Djohar berharap La Nyalla memenuhi janjinya membubarkan KPSI apabila kongres biasa telah terlaksana. "Saya percaya dengan komitmen beliau (La Nyalla)," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau