Luna Maya Berharap Raffi Ahmad Diperlakukan Adil

Kompas.com - 06/03/2013, 22:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Luna Maya mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) untuk mendukung agar Raffi Ahmad bisa dibebaskan. Luna berharap rangkaian sidang praperadilan Raffi berjalan fair.

"Aku baru ngikutin hari ini, jadi masih membaca situasi. Putusan juga belum, masih pembacaan semuanya. Mudah-mudahan bisa fair, lancar. Sebenarnya ini bagus juga, sidang terbuka, jadi masyarakat hadir, nonton langsung dan lihat bagaimana proses persidangan," ujar Luna saat ditemui di PN Jaktim, Rabu (6/3/2013).

Luna hanya bisa berharap Raffi diperlakukan dengan adil. "Kita enggak bisa lihat dari hasil hari ke hari, masih pembacaan, enggak bisa bilang memuaskan. Tapi, aku lihat hakim fair. Bagus, tidak memihak, dan netral. Kita sangat menghormati itu," ucapnya.

Perihal ketidakhadiran Raffi di ruang sidang, Luna ikut merasa kecewa. Luna berharap Raffi segera dihadirkan. "Agak kecewa, tapi mudah-mudahan benar-benar dihadirkan supaya bisa lihat langsung, tahu mana yang fair dan enggak. Persidangan dilakukan secara fair dan terbuka," katanya. (Icha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau