Venezuela

Maduro Tuding AS Hendak Ganggu Venezuela

Kompas.com - 07/03/2013, 07:30 WIB

CARACAS, KOMPAS.com — Nicolas Maduro, pemimpin sementara Venezuela yang menggantikan Hugo Chavez, menuding Amerika Serikat hendak mengganggu demokrasi negara itu. Pemerintah Venezuela menyebutkan, dua diplomat AS telah diusir karena dituding ingin membuat kondisi Venezuela tak stabil.

Maduro yang kini menjadi presiden sementara dengan sengit menuduh lawan-lawan, baik dalam maupun luar negeri, termasuk menyebut Amerika Serikat, ingin mengacau Venezuela.

Chavez wafat setelah berjuang melawan kanker dan digantikan Maduro. Sebelumnya, Maduro menjabat sebagai wakil presiden.

Orang-orang dekat Chavez sudah lama mengklaim bahwa AS berada di belakang kudeta yang gagal di Venezuela pada tahun 2002. Pemerintah Venezuela juga pernah mengusir seorang perwira militer AS pada tahun 2006.

Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell, Pemerintah Venezuela dinilai tidak berminat memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat. Akan tetapi, Ventrell membantah negaranya berencana mengacaukan situasi Venezuela.

Selain itu, Ventrell menyebutkan adanya dugaan bahwa Pemerintah Amerika Serikat berperan menyebabkan penyakit yang diderita Chavez sebagai pernyataan absurd. Ventrell mengisyaratkan, Amerika Serikat bisa membalas dengan mengusir diplomat Venezuela.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau