Pasar modal

IHSG Berkonsolidasi Usai Mencetak Rekor

Kompas.com - 07/03/2013, 07:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan akan kembali berkonsolidasi seusai mencetak rekor dan menembus level psikologis 4.800, Kamis (7/3/3013) ini. Masih naiknya bursa global menjadi sentimen positif bagi indeks.

Indeks Dow Jones Industrial Average kembali menembus rekor tertinggi pada penutupan semalam waktu Indonesia. Penguatan ini terdorong data ketenagkerjaan yang membaik di Amerika Serikat. Indeks Dow Jones naik 0,30 persen ke level 14.296; Indeks S&P 500 menguat 0,11 persen ke level 1.541. Namun, Indeks Komposit Nasdaq berakhir dengan pelemahan tipis 0,05 persen ke level 3.222.

Kemarin, IHSG ditutup naik 72,98 poin (1,54 persen) ke level 4.824,68 dengan jumlah transaksi 15,85 juta lot atau setara dengan Rp 6,98 triliun. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler Rp 581 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah PGAS, TLKM, BMRI, UNTR, dan LPKR. Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.693 per dollar AS.

Secara teknikal, kenaikan IHSG kemarin berhasil mencapai all time high, meneruskan masa uptrend indeks.

Untuk hari ini, diperkirakan IHSG masih bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di mana indikator RSI sudah berada pada area jenuh beli sementara MACD masih berada di teritori positif. Level dukungan di level 4.750 dan resisten di 4.850. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah ADRO, BBRI dan RALS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau