Sabah

Malaysia Tolak Seruan Gencatan Senjata

Kompas.com - 07/03/2013, 16:20 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Malaysia, Kamis (7/3/2013), menolak seruan gencatan damai yang dilayangkan Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Malaysia menegaskan, bentrokan dapat dihentikan jika Tentara Kesultanan Sulu menyerah tanpa syarat.

"Mereka harus menyerah dan meletakkan senjata. Mereka harus melakukan itu sesegera mungkin," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menanggapi seruan gencatan senjata itu.

Penolakan ajakan gencatan senjata juga disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.

"Kami tidak percaya tawaran gencatan senjata ini. Demi kebaikan rakyat Sabah dan Malaysia, hancurkan militan terlebih dulu," ujar Hamidi lewat akun Twitter-nya.

Sebelumnya, Sultan Sulu lewat juru bicaranya, Abraham Idjirani, menyerukan gencatan senjata demi menghindari pertumpahan darah lebih lanjut di Sabah.

Idjirani menambahkan, ajakan ini menanggapi permintaan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang mendesak agar kekerasan di Sabah dihentikan dan kedua pihak menempuh jalur perundingan untuk menyelesaikan sengketa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau