Sabu Asahan Beredar di Pekanbaru

Kompas.com - 08/03/2013, 18:12 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Riau dan Sumatera Utara semakin dikenal sebagai daerah transit dan peredaran narkotika di Pulau Sumatera. Pintu masuk di Riau bisa lewat laut, dari Dumai atau Bengkalis dan lewat Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Di Sumut, barang haram itu masuk lewat Tanjung Balai dan Kota Medan.

Kedua provinsi bertetangga itu seakan bersinergi. Apabila kepolisian dan Bea dan Cukai Riau sedang menggalakkan pemeriksaan, pemasok asal negara tetangga, terutama Malaysia, akan beralih ke Sumatera Utara. Begitu pula sebaliknya.

Dalam sebulan terakhir, kepolisian, Badan Narkotika Nasional Riau, dan Bea Cukai kerap melakukan razia. Hasilnya, pada 18 Februari 2013, pihak Bea dan Cukai Bandara SSK II Pekanbaru menangkap RF, seorang mahasiswi asal Pekanbaru, karena membawa sabu seberat 512 gram dari Malaysia. Menurut RF, sabu itu diberikan pacarnya, seorang asing berkulit hitam, yang dikenal lewat jalur dunia maya di Kuala Lumpur.

Gencarnya pemeriksaan itu tidak membuat pasokan sabu di Riau berhenti. Hari Kamis (7/3/2013) kemarin, jajaran Polda Riau menangkap Arif, salah seorang bandar narkoba yang sudah lama menjadi target incaran. Dari tangan Arif disita narkoba jenis sabu 400 gram. Dari pemeriksaan awal, Arif mendapat pasokan sabu dari rekannya BL di Tanjung Balai, Asahan, Sumut.

Penangkapan Arif bermula dari penangkapan seorang agen kecil, Zul (32), warga Marpoyan, Pekanbaru. Zul kedapatan membawa sabu 5 gram. Zul akhirnya berkicau, mendapat barang dari Peri (27), warga Labuh Baru, Pekanbaru. Peri pun digeledah dan ditemukan sabu 10 gram. Peri akhirnya membuka kartu bahwa barang miliknya itu didapat dari seorang bandar bernama Arif.

Polisi akhirnya mengatur jebakan untuk menangkap Arif. Dari tangannya diperoleh sabu seberat 400 gram. Menurut Kepala Kepala Subdirektorat II Reserse Narkoba Polda Riau Ajun Komisaris Ramlan, Jumat (8/3/2013), Arif merupakan anggota pengedar sabu antarprovinsi di Sumatera.

"Kami sudah mengincarnya sejak tiga bulan lalu," ujar Ramlan.

Meski tidak sebesar Medan (Sumut), Pekanbaru adalah daerah transit dan pengguna narkoba yang terbilang besar di kancah nasional. Kondisi itu diakui oleh Kepala Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Vincentius Sambudiyono di Pekanbaru dalam pertemuan sejumlah pemuka masyarakat dan beberapa instansi di Pekanbaru, Selasa (5/3/2013).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau