Ketua DPD RI Resmikan 100 Ribu Rumah Sejahtera Tapak

Kompas.com - 11/03/2013, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) akan meresmikan 100 ribu unit rumah sejahtera tapak (RST) yang dikembangkan oleh pengembang anggota DPP REI di seluruh Indonesia. Peresmian proyek RST tersebut akan dilakukan Rabu (13/3/2013), dipusatkan di Perumahan Nuansa Griya Arosuka yang dibangun PT Guna Griya Abadi, Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Mengapa memilih Sumatera Barat, karena untuk memacu hasrat kalangan pengembang membangun proyek sejenis di luar Pulau Jawa. Ini karena kebutuhan perumahan di luar Jawa juga lumayan besar," kata Ketua panitia pelaksana peresmian 100 ribu unit RST DPP REI, Bally Saputra, di Jakarta, Senin (11/3/2013).

Peresmian proyek 100 ribu RST ini akan dilakukan oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman. Dia meminta kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan percepatan pengembangan perumahan bekerja sama dengan anggota REI dan instansi lainnya yang juga berkewajiban menyediakan perumahan untuk masyarakat. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga harus memiliki komitmen untuk terus membangun perumahan rakyat, terutama untuk golongan menengah ke bawah.

"Gubernur, Bupati dan Walikota yang bagus adalah yang bisa menjadi contoh dalam upaya memfasilitasi dan memberikan kemudahan agar pembangunan perumahan rakyat berjalan dengan baik di daerahnya masing-masing berupa infrastruktur, kemudahan perizinan, dan lainnya," ujar Irman.

Irman mengatakan, berdasarkan PP Nomor 38 Tahun 2007, wajib hukumnya bagi pemerintah daerah untuk ikut melakukan pembangunan perumahan rakyat, terutama untuk golongan menengah ke bawah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso, menyebutkan, 70 persen dari sekitar 2.500 anggota REI adalah pengembang yang berhasil membangun RST bagi MBR di seluruh Indonesia. Sebagian besar RST yang dibangun pengembang tersebut adalah kontribusi dari para pengembang anggota REI.

"Sejak masa kabinet Indonesia bersatu secara rutin REI melakukan kegiatan peresmian RST yang keseratus ribu unit. Ini adalah peresmian 100 ribu unit RST yang keempat oleh REI, setelah di Semarang tahun 2007, Jonggol di Jawa Barat tahun 2008, serta di Lamongan Jawa Timur pada 2010," papar Setyo.

Sesuai rencana, peresmian 100 ribu unit RST yang didukung seribu lebih pengembang ini akan dihadiri oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Kepala Badan Pertanahan Nasional Hendarman Supandji, serta Menteri Perumahan Rakyat era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I Muhammad Yusuf Asy'ari dan Menpera era KIB II (2009-2011) Suharso Monoarfa. Turut hadir pula Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono, Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Gatot M Suwondo, dan didukung sepenuhnya oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau