Benget Tak Akui Pacaran dengan Tini

Kompas.com - 11/03/2013, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Peran Tini (39) dalam kasus mutilasi di Tol Cikampek terus didalami. Penyidik dari kepolisian hendak menyelidiki apakah Tini memiliki peran lebih dalam pembunuhan sadis yang dilakukan Benget Situmorang (35) terhadap pasangan kumpul kebonya, Darna Sri Astuti (32).

Dugaan itu mencuat saat Benget mengaku cemburu dengan Darna, yang dikabarkan memiliki kisah asmara dengan pria lain, meski tudingan itu tidak pernah diakui oleh Tuti. Oleh sebab itu, hubungan Tini dengan Benget-lah yang menjadi kunci utama dugaan kepolisian tersebut.

"Benget bilang dia enggak punya hubungan dengan si Tini, tapi Tini bilang ada hubungan khusus dengan Benget," ujar Djarot Widodo, kuasa hukum Benget, di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).

Tini yang bekerja sebagai tukang jamu gendong di Terminal Kampung Rambutan dan tinggal di rumah kontrakan pun rela pindah ke rumah Benget di Jalan Bungur, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Di rumah semipermanen itu, Tini membuka lapak jualan jamu tradisional. Alhasil, di rumah nan sempit tersebut mereka bertiga tinggal bersama.

"Menurut keterangan Tini kepada polisi, dia baik sama Tuti. Pernah bikinin air minum buat Tuti. Ya namanya status dia di situ sebagai pembantu," ujar Djarot.

Benget Situmorang adalah tersangka kasus mutilasi terhadap pasangan kumpul kebonya, Darna Sri Astuti. Benget melakukan aksinya di rumahnya sendiri dibantu oleh wanita yang diduga selingkuhannya, Tini (39).

Benget dan Tini pun membuang potongan jasad Darna pada Selasa (5/3/2013) pukul 06.30 WIB di Tol Cikampek. Benget dikenakan Pasal 340 KUHP Jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun. Adapun pembantunya, Tini, dikenakan Pasal 55 KUHP Jo 56 KUHP Jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau