Menpora Ingin F1 Digelar di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2013, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo di Jakarta, Senin (11/3/2013), mengemukakan rencananya untuk mementaskan ajang balap mobil pengemudi tunggal yang paling bergengsi di dunia, Formula Satu (F1), di Indonesia.

Roy mengatakan akan berangkat ke Australia, Rabu (13/3/2013), untuk menemui manajemen F1 guna membicarakan syarat-syarat teknis dan mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah. Hal ini juga bertepatan dengan momen menjelang digelarnya seri pertama F1 2013 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Autstralia, pada tanggal 17 Maret.

"Setelah meresmikan tim nasional sepak bola pada dua hari lagi, malamnya saya akan bertolak ke Australia untuk membicarakan teknisnya, mengenai syarat-syaratnya menjadi tuan rumah," ujar Roy.
Menteri yang mengaku menggemari otomotif ini menjelaskan, lokasi sirkuit nantinya direncanakan bertempat di Bali atau Jakarta.

Di Jakarta, menurutnya, terdapat lokasi yang sering dijadikan arena balapan liar, padahal memiliki potensi untuk dijadikan sirkuit berkelas internasional.

"Rencananya digelar di Bali di pinggir-pinggir jalan tol, atau di Jakarta di tempat yang dijadikan balapan liar, padahal bagus jika dijadikan sirkuit internasional," paparnya.

Di sela kunjungannya ke Pontianak, Februari 2013 lalu, Roy pernah mengemukakan rencananya untuk membangun sirkuit berkelas internasional di Kemayoran, Jakarta.

Terkait proses dan persiapan menjadi tuan rumah seri F1 yang kemungkinan membutuhkan waktu lama, Roy mengatakan, rencana untuk menjadi tuan rumah ini bersifat jangka panjang. Dia tidak mempermasalahkan jika rencana ini terealisasi ketika dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai Menpora.

"Mungkin bukan tahun ini, atau juga bukan di masa jabatan saya. Tapi setidaknya saya sudah mulai merintis rencana besar ini," ujarnya.

Roy mengemukakan rencananya itu setelah mengapresiasi pebalap nasional putri, Alexandra Asmasoebrata, yang akan berlaga di Kejuaraan Asian Formula Renault 2013 di China, Maret 2013.
Roy menginginkan banyak pebalap berikutnya juga berlaga di ajang internasional dan bahkan menembus persaingan di F1.

Menurutnya, prestasi dan keikutsertaan pebalap nasional di kancah internasional juga mengobati kekecewaan masyarakat dan juga berbagai kalangan karena sejumlah masalah olahraga, termasuk lambatnya pencairan anggaran Kemenpora 2013.

Seri Grand Prix Formula Satu 2013 digelar di berbagai belahan dunia. Seri balapan dari ajang yang diatur oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA) ini juga digelar di beberapa negara Asia, seperti Bahrain, China, dan Malaysia.
 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau