Basuki: Gaji Dokter Honorer Akan Kami Naikkan

Kompas.com - 11/03/2013, 21:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pemerintah Provinsi DKI akan meningkatkan gaji dokter honorer. Hanya saja yang dinaikkan baru gaji pokoknya, tetapi tunjangan kinerja daerahnya tidak.

Basuki mengatakan, Pemprov DKI akan berupaya untuk meningkatkan TKD dokter honorer agar para dokter itu dapat bekerja dengan lebih baik untuk melayani masyarakat "Ada gaji yang berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) dan pemeriksaan per kasus sehingga, kita penginnya ada TKD lagi," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (11/3/2013).

Rincian kenaikan gaji dokter honorer itu, kata Basuki, yakni besaran UMP sebesar Rp 2,2 juta ditambah dengan tunjangan-tunjangan, ditambah TKD khusus dokter sekitar Rp 1 juta, dan akan ditambah lagi biaya penanganan per kasus. Jumlah keseluruhan dapat mencapai Rp 4-5 juta. Nantinya, pegawai tenaga honorer mulai dari dokter, bidan, dan perawat yang masih dikontrak harus dinaikkan menjadi pegawai tetap ke dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Kalau dulu konsepnya bukan BLUD, padahal sudah ada surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tapi kalau mereka mau naik jadi pegawai negeri sipil (PNS), harus tes sendiri," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati telah menyampaikan usulan untuk memberikan penghasilan tetap pada pegawai puskesmas sesuai nilai upah minimum provinsi (UMP). Kenaikan penghasilan tetap pegawai honorer puskesmas akan berupa gaji pokok dan insentif jasa pelayanan medik. Ia menambahkan, total penghasilan yang akan diterima para pegawai honorer mulai 2013 dapat menembus angka Rp 4 juta. Hal itu berdasarkan UMP DKI 2013 sebesar Rp 2,2 juta, ditambah insentif jika pegawai tersebut banyak melakukan lembur jaga di malam hari.

Saat ini, jumlah pegawai honorer Puskesmas di Jakarta ada sekitar 1.400 orang. Jumlah tersebut dibagi ke 340 puskesmas di seluruh Jakarta. Dien optimistis anggaran yang dimilikinya cukup untuk menopang rencana tersebut. "Saya pikir bisa, ya, karena kemarin saja anggarannya sudah seperti itu, tambahannya kita minta subsidi. Kalau dulu kan BLU (Badan Layanan Umum)," ujar Dien.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau