BNN Bantah Pernyataan Kuasa Hukum Raffi Ahmad

Kompas.com - 12/03/2013, 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah sejumlah hal dalam praperadilan kasus Raffi Ahmad yang dianggap menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

"Perlu diklarifikasi dan dijelaskan beberapa hal yang diangkat oleh kuasa hukum RA tapi tidak utuh sehingga menimbulkan salah persepsi di masyarakat," kata Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Inspektur Jenderal Benny Mamoto, di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).

Salah satu hal yang dibantah Benny adalah pernyataan saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum Raffi Ahmad yang menyebut bahwa Raffi mengonsumsi methylone yang diekstrak dari daun kath.

"Tidak ada kaitan antara daun kath dengan barang yang dikonsumsi RA," kata Benny.

Selain itu, Benny juga memiliki argumen perihal pernyataan kuasa hukum Raffi bahwa hasil tes urine Raffi dinyatakan negatif.

Menurut Benny, hasil pemeriksaan urine Raffi pasti negatif karena Raffi telah mengonsumsi narkotika lebih dari empat hari. "RSKO memeriksa Raffi dengan aspek lebih spesifik dan hasil pemeriksaan dan asesmen RSKO sudah diterima secara resmi dan tertulis," jelas Benny.

Benny juga menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada hakim terkait sidang praperadilan. Karena kasus ini dianggap bisa menjadi salah satu bagian untuk mencegah semakin beredar luasnya zat methylone yang memiliki daya rusak lebih parah daripada ekstasi.

"Kami serahkan kepada hakim agar dapat obyektif untuk mencegah methylone beredar luas di masyarakat," kata Benny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau