Menpora Menangis Saat Sebut Nama Pendiri PSSI

Kompas.com - 12/03/2013, 17:43 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menitikkan air mata ketika menyebut dan mengusulkan nama pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Soeratin Sosrosoegondo, agar digunakan sebagai nama stadion yang sedang dibangun di daerah Gedebage, Kota Bandung, Rabu (12/3/2013).

"Masyarakat Bandung saat ini tengah menantikan stadion baru Gedebage. Kita tahu begitu banyak pertentangan untuk penamaan stadion tersebut. Namun, usul dari saya stadion tersebut sebaiknya diberi nama Stadion atau Gelora Soeratin," ujar Roy Suryo bergetar seraya tak mampu membendung air matanya saat ditemui di Gedung Melsa, Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu (12/3/2013).

Ia menganggap nama Soeratin merupakan nama yang cocok. Sebab, selain milik orang Bandung, nama Soeratin bisa memberikan semangat untuk persatuan sepak bola Indonesia dan mengenang jasa sang pendiri PSSI. Roy Suryo pun berjanji akan terus memperjuangkan nama Soeratin agar dipatenkan menjadi nama stadion Gedebage yang rencananya akan diresmikan April 2013 mendatang.

"Pasti akan terus saya perjuangkan agar nama Soeratin bisa dipergunakan untuk stadion Gedebage. Namun, tentu saja akan melalui jalan win-win solution karena kita tahu banyak juga usulan nama lainnya seperti Gelora Rosada. Kalaupun nanti peresmiannya pas ulang tahun Bapak Dada Rosada juga tidak jadi masalah, yang penting namanya tetap Soeratin," ucapnya sambil tersenyum.

Usulan Roy Suryo itu pun membawa senyum bangga di wajah para cucu Soeratin yang hadir pada kesempatan tersebut. Retno Wulan, salah seorang cucu pemegang 11 kali jabatan ketua PSSI ini mengaku sangat mengapresiasi usulan Roy Suryo itu. Pasalnya, Retno mengaku hingga saat ini perjuangan keluarga dan kolega untuk mencatatkan nama Soeratin menjadi salah satu pahlawan nasional belum mendapat restu dari pemerintah.

"Kami sangat berterima kasih atas usulan dari Menpora untuk memakai nama Eyang Soeratin untuk Stadion Gedebage karena selama ini kami belum pernah mendapat penghargaan sebesar ini. Mudah-mudahan rencana tersebut bisa segera terealisasi," ucap Retno.

Pada kunjungannya di Kota Bandung, Menpora juga menyempatkan diri berziarah dan menabur bunga di makam pendiri PSSI Soeratin Sosrosoegondo yang berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau