Gili Trawangan, Pesona yang Menenangkan

Kompas.com - 13/03/2013, 09:49 WIB

KOMPAS.com - Langit biru dengan gumpalan awan putih menjadi latar apik ketika berkolaborasi dengan bentangan air pantai nan jernih di depan mata. Kehangatan pun terasa saat kaki menyentuh langsung butiran pasir putih yang terpapar matahari. Inilah lanskap sempurna yang sering kali dijumpai di televisi, sebagai elemen penghias dari film-film negeri seberang.

Akan tetapi, Anda tak perlu iri hati sebab negeri kita sendiri memiliki Gili Trawangan yang mampu memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, jangan heran jika kelak melihat banyak turis asing berjemur di sepanjang pantai.

Gili Trawangan merupakan pulau terbesar dibandingkan Gili Meno dan Gili Air. Meskipun bersama-sama berada di sebelah barat laut Lombok, ketiga gili tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Trawangan merupakan pulau yang cenderung lebih ramai karena kerap menyelenggarakan acara hiburan di kala musim liburan sehingga cocok untuk wisatawan yang berjiwa muda.

"Waktu itu, kami memulai perjalanan dari Mataram hingga sampai di Pelabuhan Bangsal dengan lama perjalanan sekitar dua jam," ujar Albertus yang baru saja mengakhiri liburan singkatnya di Lombok pada Februari silam. Waktu tempuh yang cukup lama tak akan terasa melelahkan sebab pemandangan alam yang menenteramkan tersaji sepanjang perjalanan.

Setibanya di Pelabuhan Bangsal, wisatawan menggunakan moda transportasi perahu (public boat) berkapasitas 30 orang untuk menyeberang ke Gili Trawangan dengan tarif Rp 12.500 per orang. Anda akan menempuh perjalanan selama 30 menit sembari menikmati terpaan angin dan suara ombak yang tenang.

Aktivitas yang acap kali menjadi favorit ketika menjelajahi Trawangan adalah scuba diving, snorkeling, bermain kayak, dan berselancar. Pilihan lainnya adalah bersantai di beranda hotel, kafe, dan restoran yang tertata unik. Menikmati pesona pantai dari jauh justru dapat memberi sensasi ketenangan tersendiri.

Suguhan keindahan visual juga didukung oleh udara yang bebas polusi karena tak ada lalu-lalang kendaraan bermotor. Sepeda dan kereta kuda cidomo (sejenis delman) adalah moda transportasi yang bisa Anda gunakan untuk mengelilingi penjuru Gili Trawangan. (GPW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau