Kasus century

Demokrat Tantang Informasi Anas Diteruskan ke KPK

Kompas.com - 13/03/2013, 10:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat menantang para anggota tim kecil pengawas Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengungkapkan informasi yang diterima dari mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke publik dan meneruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika tidak, mereka dianggap hanya melakukan fitnah dan pembohongan publik.

"Partai Demokrat menantang Ahmad Yani dan kawan-kawan untuk segera mengungkap temuan kepada publik dan serahkan kepada KPK. Kalau tidak, dapat dikatakan telah melakukan fitnah dan kebohongan publik," kata Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin di Jakarta, Rabu (13/3/2013).

Didi mengatakan, seharusnya para anggota tim kecil pengawas Century langsung meneruskan informasi yang didapat kepada KPK. Jika berlarut-larut, pihaknya menganggap mereka hanya mencari sensasi dan membuat gaduh. Apalagi, kata dia, Anas membantah pernyataan tim kecil.

"Bagaimanapun, Timwas sudah bekerja 3,5 tahun dengan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Rakyat ingin agar Timwas kerja nyata, amanah, dan rasional. Jangan sekedar cari sensasi demi kepentingan politik sesaat," pungkas anggota Komisi III DPR itu.

Seperti diberitakan, tim kecil pengawas Century menyebut ada empat nama baru yang muncul dalam pembicaraan dengan Anas beberapa waktu lalu. Disebutkan, mereka berlatarbelakang birokrat, pengusaha, dan politisi.

Hanya saja, mereka belum mau mengungkap ke publik. Informasi dari Anas itu akan dirapatkan di Timwas untuk diputuskan perlu tidaknya memanggil Anas ke DPR.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Apa Kabar Kasus Century?
Skandal Proyek Hambalang
Krisis Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau