Penyewa Ruko Mutilasi Dikenal Misterius

Kompas.com - 14/03/2013, 11:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilik dan penyewa ruko di sekitar tempat penemuan korban mutilasi, Ruko Mediterania Marina Residence, Ancol, mengaku terkejut dengan temuan tersebut. Penyewa ruko bernomor 26 D yang menjadi lokasi penemuan mayat dikenal misterius.

"Orangnya misterius. Dia itu siapa, namanya siapa, orang dari mana, enggak ada yang tahu. Orangnya enggak pernah mau ngobrol sama orang lain, selalu menyendiri," kata Rian (37), pemilik Ruko 27 C Mediterania Residence, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2013).

Sebagai pemilik ruko yang berposisi tepat di samping ruko TKP, Rian mengaku hanya mengenal wajah si penyewa. Sementara itu, bidang usaha yang digeluti penyewa pun belum diketahui sampai saat ini. "Justru saya ini ingin tahu, ingin masuk dan lihat, sebenarnya dia usaha apa," kata Rian.

Berbeda dengan ruko-ruko lain yang jelas terlihat jenis usaha yang dijalankan, di ruko 26 D tidak terlihat secara jelas. Dari pantauan Kompas.com, di ruang depan ruko terdapat beberapa pajangan lukisan mulai dari jenis sketsa, natural, hingga abstrak.

Menurut Fuad, pemilik restoran yang terletak 20 meter dari ruko tersebut, si penyewa kemungkinan orang yang bergerak di bidang seni. Ruko tersebut sudah dipasangi garis polisi. Sementara itu, papan nama ruko terlihat sudah terlepas. Kunci pintu terlihat rusak karena dibuka paksa oleh petugas keamanan setempat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, potongan jasad seorang pria ditemukan di dalam tiga kardus di gudang ruko Rabu (13/3/2013) malam. Jasad tersebut diduga bernama Tonny Arufin Djomin (45), yang beralamat di Apartemen Riverside, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Belum diketahui kaitan antara korban dan pemilik ruko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau