Bahaya gas beracun

Kawasan Wisata Dieng Aman Dikunjungi

Kompas.com - 14/03/2013, 12:22 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS.com — Peningkatan status kegunungapian Kawah Timbang, di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak akan mengganggu aktivitas pariwisata di kompleks Candi Dieng. Jarak antara kawah Timbang ke lokasi wisata sejauh 19 kilometer.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Banjarnegara Aziz Achmad, Kamis (14/3/2013), mengatakan, Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng aman dikunjungi wisatawan. "Saya berharap calon wisatawan atau biro perjalanan wisata tidak salah menafsirkan peningkatan status. Begitu pula dengan media massa," jelasnya.

Dia menegaskan, peningkatan status hanya terjadi pada Kawah Timbang sedangkan Dataran Tinggi Dieng yang selama ini menjadi kawasan wisata, yakni kompleks Candi Arjuna, terletak sangat jauh dari lokasi kawah.

Aziz mengaku khawatir kunjungan wisatawan ke Dieng menurun seperti pernah terjadi saat status Kawah Timbang meningkat hingga Siaga pada 2011 silam. Saat itu, sejumlah media salah memberitakan bahwa peningkatan status terjadi di Gunung Dieng.

"Padahal, Dieng itu sangat luas, sedangkan Kawah Timbang terletak di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, yang bukan merupakan kawasan wisata," jelasnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), berdasarkan pengukuran konsentrasi gas karbondioksida (CO2) Kawah Timbang yang meningkat hingga di atas normal, menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada. Hingga Kamis, aliran gas masih terjadi dengan jarak aliran mencapai 150 meter. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau