BANJARNEGARA, KOMPAS.com — Peningkatan aktivitas vulkanik Kawah Timbang, di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2013), mulai dirasakan warga. Bau belerang mulai tercium di wilayah permukiman terdekat, dan mulai membuat warga sesak nafas.
Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Ibrahim, mengatakan, bau belerang mulai tercium di perkampungan yang jaraknya sekitar dua kilometer dari bibir kawah. "Bau belerang terutama tercium pada pagi dan malam hari. Baunya menyengat dan membuat sesak nafas," ujarnya.
Walau demikian, menurut Ibrahim, desanya masih dinyatakan aman. Namun, dia tetap mengimbau warga menjauh dari bibir kawah. Hingga kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG) menetapkan radius 500 meter dari bibir kawah sebagai area steril.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Dieng, Tunut Pujiharjo, menyatakan tidak hanya kadar gas karbondioksida (CO2) yang meningkat hingga ke level membahayakan, tetapi juga karbonmonoksida (CO) dan hidrogen sulfida (H2S). Dua gas itu tidak kalah berbahaya bila dihirup manusia. Bau belerang timbul dari peningkatan kadar H2S.
Dia mengatakan, hingga siang ini, Kawah Timbang masih mengeluarkan gas beracun dengan jarak luncur mencapai 100 meter ke arah selatan menuju lembah Kali Sat di Kecamatan Batur. Kadar gas CO2 yang terukur di sekitar kawah mencapai 2,4 persen volume, di atas ambang batas normal, yakni 0,5 persen volume.
Status Kawah Timbang dinaikkan menjadi waspada sejak Senin malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Banjarnegara telah menyiapkan jalur evakuasi, jika aktivitas semakin mengkhawatirkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang