Pentingnya Bekerja di Kantor ketimbang di Rumah

Kompas.com - 14/03/2013, 16:42 WIB

siliconangle.com Kantor Pusat Yahoo! Inc di Sunnyvale, California, AS.

KOMPAS.com — Banyak orang mengkritik keputusan CEO Yahoo! Inc., Marissa Mayer, yang melarang karyawannya untuk bekerja dari rumah, termasuk miliarder dan pengusaha sukses sekelas Richard Branson, pendiri dan CEO Virgin Group. Dalam blognya, Branson bahkan menyebut peraturan itu membingungkan dan kuno.

Memang ada banyak orang sukses seperti Branson yang tidak pernah bekerja dari kantor. Contohnya, James Hamilton, bos engineer di Amazon.com yang bertanggung jawab atas infrastruktur teknologi Amazon. Dia bekerja dari kapal pesiar yang sekaligus menjadi rumahnya untuk memastikan situs Amazon bekerja dengan baik—apalagi ada banyak situs, seperti Pinterest dan Reddit, bergantung pada layanan Amazon.

Ada pula Larry Ellison, CEO Oracle, yang jarang bekerja di kantor. Terkadang dia memang bekerja di kantor, tetapi bisa meninggalkan kantornya itu untuk waktu yang lama. Miliarder yang bergaya hidup mewah ini senang berkeliling dunia. Dia bisa bekerja di Pulau Lanai miliknya yang terletak di Hawaii, atau di rumah-rumah besarnya yang berada di banyak tempat.

Tetapi, ada banyak juga orang sukses yang tetap produktif meskipun tidak bekerja di rumah. Contohnya, mantan CEO Apple Inc Steve Jobs semasa hidupnya dan CEO LinkedIn, Jeff Weiner. Selain mereka, masih ada Michael Bloomberg. Bloomberg mendukung keputusan yang diambil oleh Marissa Mayer, bahkan mengatakan bahwa bekerja di rumah adalah hal terbodoh yang pernah dia dengar.

Sebenarnya, tidak ada salahnya bekerja dari rumah ataupun dari kantor selama karyawan tetap produktif dan bertanggung jawab. Bekerja di kantor pun punya banyak manfaat bagi karyawan, terutama mereka yang baru atau para fresh graduate.

Dalam sebuah artikel berjudul "The First Secret of Success Is Showing Up" yang di-posting di blog Harvard Business Review, Rosabeth Moss Kanter, seorang profesor di Harvard Business School, menyampaikan alasan pentingnya untuk hadir di kantor.

Teknologi membantu kita terhubung dengan siapa saja dan di mana saja dalam waktu yang singkat. Teknologi bisa membantu kita mengumpulkan ide-ide dan bekerja dalam tim secara virtual tanpa perlu berkumpul di satu tempat. Tetapi, menurut Kanter, ketika bekerja bersama di satu tempat, ada emosi yang dapat dirasakan oleh setiap anggota tim.

Itulah alasan mengapa orang masih rela membeli tiket mahal untuk menonton pertandingan olahraga secara langsung. Padahal, mereka bisa saja menonton tayangannya secara gratis di televisi.

Memang tidak ada yang salah dengan bekerja secara remote dan memanfaatkan teknologi. Tetapi, dengan hadir di kantor, karyawan bisa menambah pengetahuannya lebih banyak, meningkatkan hubungan dengan rekan kerja, dan menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan kerjanya.

Selain itu, karyawan kantoran bisa bertemu muka dan berinteraksi langsung dengan orang lain, termasuk atasan. Pada intinya, kesempatan terbuka lebih banyak bagi orang-orang yang hadir pada saat dan tempat yang tepat. Dalam hal pekerjaan, tempat itu adalah kantor.

Bagi karyawan baru atau yang ingin mengejar karier, bekerja dari rumah justru bisa jadi hambatan karena bisa membatasinya bertemu dengan orang lain dan melakukan networking. Karyawan di sebuah startup (perusahaan rintisan) pun termasuk dalam daftar orang yang perlu bekerja di kantor. Berkumpul dan bekerja sama di suatu tempat atau kantor akan memudahkan mereka memberikan ide atau merespons masalah dengan cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau