Penyebab Kematian Korban Mutilasi Ancol Diselidiki

Kompas.com - 14/03/2013, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak sembilan potongan tubuh korban mutilasi di gudang ruko di kompleks Marina Mediterania Residences, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, diperiksa oleh tim dokter Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto. Pemeriksaan tersebut dapat diketahui hasilnya dua minggu yang akan datang.

"Maksimal dalam dua minggu ke depan, sudah rampung," ujar dokter Arif Wahyono, dokter spesialis forensik RS Polri Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013).

Arif mengatakan, sembilan potongan tubuh korban mutilasi itu terdiri dari kepala, kaki, tangan, dan badan. Semua potongan tubuh itu pun merupakan satu rangkaian tubuh yang utuh.

Tim dokter yang memeriksa potongan tubuh itu adalah ahli DNA, dokter spesialis odontologi (gigi), dan tim petugas dari Inafis (Identification Indonesia Automatic Finger Prints Identication System) Polri. Hasil dari pemeriksaan itu pun masuk ke dalam berita acara pemeriksaan petugas kepolisian.

Kepala Humas RS Polri Komisaris Besar Sarwoto menambahkan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sebab kematian, dan prediksi waktu kematian. Tak hanya itu, tim dokter juga akan mencocokkan DNA korban dengan keluarga yang melaporkan bahwa anggota keluarganya menghilang.

"Hasil pemeriksaan selanjutnya akan diserahkan kepada petugas penyidik Polres Jakarta Utara. Ini sifatnya rahasia dan tidak bisa diungkap ke publik," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak sembilan potongan tubuh ditemukan di dalam gudang kompleks Marina Mediterania Residences, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2013) pukul 21.00 WIB. Aparat kepolisian yang ke TKP memastikan potongan tubuh itu adalah korban pembunuhan dengan cara dimutilasi.

Diduga kuat, korban mutilasi berinisial TA (45), warga Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal itu didapatkan berdasarkan laporan seorang wanita ke Polsek Penjaringan yang kehilangan suaminya sejak Senin lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau