Dua Rekan Pelaku Mutilasi Ancol Diperiksa

Kompas.com - 16/03/2013, 04:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — S dan A, dua rekan Alanshia (32) pelaku mutilasi di Ruko Aston Marina Nomor 26 D Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, turut diamankan untuk diperiksa pihak kepolisian. Pasalnya, berdasarkan interogasi singkat terhadap pelaku mutilasi, keduanya disebut datang ke ruko pada malam pembunuhan, Senin (11/3/2013) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Dua orang temannya, yakni S dan A, masih diperiksa apakah ada kaitannya dengan pembunuhan ini atau tidak," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Toni Harmanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/3/2013). Menurut Alanshia, ketika dua temannya itu datang, dia menyembunyikan korban di balik gorden.

Menurut Toni, dari hasil pemeriksaan rekaman kamera tersebunyi, pada Senin malam waktu kejadian pembunuhan tersebut, A dan S terlihat keluar masuk bersama dengan tersangka. Meskipun demikian, statusnya keduanya tersebut masih sebagai saksi dalam kejadian itu. "Jadi, yang kami amankan tiga orang (Alanshia, A, dan S), satu yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, yaitu Alanshia," ujar Toni.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya AKBP Helmi Santikan mengungkapkan pihaknya melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap A dan S untuk menyelidiki bukti yang bisa ditemukan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan apakah kedua saksi tersebut terlibat atau mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut atau tidak.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Mutilasi di Ancol

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau