JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan ekonomi di Benua Eropa bakal kembali menekan pergerakan bursa Asia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan di awal pekan ini, Senin (18/3/2013). Pelaksanaan program dana talangan terhadap perbankan Siprus menjadi katalis negatif.
Pada perdagangan Jumat (15/3/2013) pekan lalu, indeks saham Dow Jones Industrial Average melemah 25,03 poin (0,17 persen) ke level 14.514,11. Indeks S&P 500 turun 2,53 poin (0,16 persen) ke level 1.560,7. Indeks Nasdaq turun 9,86 poin (0,3 persen) ke level 3.249,07. Sementara di perdagangan terakhir pekan lalu IHSG ditutup naik 32,96 poin (0,69 persen) ke level 4.819,32 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,79 juta lot atau setara dengan Rp 6,66 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 420 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain ASII, UNTR, INDF, AALI dan KLBF.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 9.706 per Dollar AS. Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, kenaikan IHSG itu menghasilkan sinyal inverted hammer candlestick. Hal ini mengindikasikan di awal pekan ini IHSG masih akan mengalami penguatan. Dengan support di level 4.750 dan resistance 4.900. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah ISAT, MYOR dan TOTL.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang