Ada Pesan Lain soal Calon Ketum Demokrat

Kompas.com - 20/03/2013, 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Bali I Made Mudharta mengaku belum mendapatkan pesan dari Sekretaris Majelis Tinggi Jero Wacik. Namun, ia mengaku memang ada permintaan Majelis Tinggi menyangkut persyaratan calon ketua umum. Selain itu, Majelis Tinggi juga meminta dukungan terkait perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

"Ada permintaan mengenai syarat ketua umum, termasuk anggaran rumah tangga ada yang diubah," ujar Mudharta saat dihubungi, Rabu (20/3/2013). Dia enggan menjelaskan lebih lanjut arahan Majelis Tinggi kepada pengurus daerah tentang syarat calon ketua umum dan perubahan AD/ART yang diinginkan. Namun, lanjutnya, pengurus DPD Demokrat Bali menginginkan agar ketua umum terpilih bisa fokus menjalankan tugasnya.

"Sekarang kan waktunya pendek. Kalau ketum sibuk nyapres, partai jadi tidak terurus," ucap Mudharta. Meski mengaku tak mendukung kandidat tertentu, dia mengaku tahu siapa orang yang paling cocok mengisi kursi yang ditinggalkan Anas Urbaningrum tersebut. "Nggak ada dukung-mendukung. Kami sudah tahu siapa yang cocok menjadi ketum. Tidak ada masuk dalam jebakan dukung-mendukung," imbuhnya.

Pesan

Menjelang perhelatan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, internal partai tersebut semakin riuh. Rabu (20/3/2013), sebuah pesan singkat disebarkan kepada para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mengatasnamakan Majelis Tinggi Partai Demokrat. Berikut isi pesan singkat itu.

Kpd yth. Ketua DPD PD DKI Jakarta, Jabar, Jateng, D.I. Yogyakarta, Jatim, Banten, Bali, NTB, NTT, Maluku, Malut, Papua dan Papua Barat....Mohon bantuan dan kerja samanya untuk segera mengirimkan SURAT PERNYATAAN PARA KETUA DPD & DPC MASING2 PROVINSI (yang sudah ditandatangani), sesuai dgn arahan Ketua Majelis Tinggi PD, melalui Sekretaris Majelis Tinggi PD (Bpk. Jero Wacik), adapun Surat Pernyataan tsb dapat dikirimkan melalui fax : 021-5221934, atau e-mail : ajudanmenteri@gmail.com. Demikian, tks bnyk atas perhatian dan bantuannya, salam

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik mengakui bahwa dia yang menyebarkan pesan singkat itu. "Hanya membuat tertulis apa yang sudah disampaikan Ketua-ketua DPD secara lisan kepada Majelis Tinggi waktu di Cikeas. Dulu lisan, dibuat tertulis, itu saja," ujar Jero.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Krisis Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau