Istana Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Setneg

Kompas.com - 21/03/2013, 19:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran di Gedung Utama Sekretariat Negara yang berada di Kompleks Istana Presiden di Jakarta, Kamis (21/3/2013) sore, diduga akibat konsleting listrik. Meski demikian, pihak Setneg bersama pihak terkait akan melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran.

"Sekalipun dugaan kami akibat konslet listrik di lantai III, kami akan melakukan penyelidikan," kata Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Lambok V. Nahattands saat jumpa pers di Gedung I Setneg, Kamis malam. Ikut mendampingi Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Lambok mengatakan, api hanya membakar ruang rapat atau ruang sidang yang berada di lantai III. Adapun ruang Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan para staf di lantai II, kata dia, semua aman.

Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Selain itu, seluruh dokumen negara yang disimpan di gedung tersebut tidak ada yang terbakar dan bisa diselamatkan. "Karena yang terbakar ruang rapat," kata dia.

Awalnya api membakar sekitar pukul 16.50 WIB. Api cepat membesar hingga membakar sebagian ruangan di lantai III hingga atap. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan dengan terus menyemprotkan air.

Perkembangan peristiwa ini dapat diikuti dalam topik pilihan "Gedung Setneg Terbakar"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau