JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan eksternal kembali menjadi sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Menutup perdagangan pekan ini, Jumat (22/3/2013), IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya.
Kekhawatiran bagi masa depan pertumbuhan zona euro membuat Bursa Wall Street semalam waktu Indonesia turun cukup dalam. Indeks Dow Jones industrial average merosot 0,62 persen ke level 14.421, Indeks S&P500 ambles 0,83 persen ke level 1.545 dan Indeks Nasdaq jeblok 0,97 persen ke level 3.222.
Kemarin IHSG ditutup turun 28,83 poin (0,60 persen) ke level 4.802,67 dengan jumlah transaksi sebanyak 16,95 juta lot atau setara dengan Rp 7,96 triliun. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 53 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BBRI, BBNI, PGAS, INTP dan IMAS.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 9.755 per dollar AS. Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, penurunan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator Stochastic. Hal ini mengindikasikan hari ini IHSG akan mengalami pelemahan di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator MACD dan RSI yang menghasilkan sinyal bearish.
Level dukungan indeks di 4.750 dan resisten di 4.900. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan di akhir pekan ini adalah CTRS, GJTL dan PGAS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang