DPC Sampang: SBY Paling Pantas Jadi Ketum

Kompas.com - 22/03/2013, 17:57 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sampang Partai Demokrat berpendapat hanya Susilo Bambang Yudhoyono yang pas untuk dipilih menjadi ketua umum dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar di Bali pada 30-31 Maret mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua DPC Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Abdussalam, kepada Kompas.com, Jumat (22/03/2013). Abdussalam berpendapat, SBY jauh lebih pantas memimpin Partai Demokrat ketimbang sejumlah tokoh yang disebut-sebut bakal menggantikan Anas Urbaningrum.

Abdussalam memberi contoh, Marzuki Alie, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ani Yudhoyono, ataupun mantan Ketua Umum Hadi Utomo, bukan sosok yang pas untuk memimpin partai itu saat ini. "Saya tidak yakin para kandidat itu bisa menyelesaikan persoalan internal partai saat ini," katanya.

Menurut Abdussalam, tidak ada masalah meskipun saat ini SBY menjadi Presiden RI. "Kalau SBY sangat pas untuk mengatasi persoalan di internal partai, selain dia, tidak ada yang cocok," ungkapnya.

Namun, jika SBY tidak berkenan untuk dicalonkan, DPC Sampang tidak berani memunculkan nama. Demokrat Sampang akan ikut apa yang diinstruksikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jawa Timur. "Saya punya atasan dan atasan saya Soekarwo yang akan kami ikuti ke mana pilihan dia," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau