Anggota Direktorat Narkoba Mabes Polri Ditangkap Bawa 710 Ekstasi

Kompas.com - 22/03/2013, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Jakarta Pusat menangkap seorang anggota polisi dari Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri berinisial K, Jumat (22/3/2013) dini hari. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 710 butir ekstasi.

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius. "Ya, anggota Direktorat narkoba. Sudah ditahan dan dikembangkan," tulis Suhardi melalui pesan singkat Jumat (22/3/2013) malam. Berdasarkan informasi, Brigadir K ditangkap di sebuah tempat hiburan di kawasan Jakarta Utara.

Suhardi menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, Brigadir K seharusnya menindak pelaku narkotika, tetapi ini sebaliknya. Dia mengatakan, Brigadir K harus diproses hukum seperti pelaku tindak pidana narkoba lainnya. "Harus diproses. Harusnya nangkep, kok membawa (ekstasi)?" ujar dia.

Sementara itu, Direktur IV Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Arman Depari belum dapat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau