JAKARTA, KOMPAS.com -- Nilai tukar rupiah awal pekan ini mencoba untuk menguat setelah tertekan cukup dalam di akhir pekan lalu. Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan rupiah di rentang Rp 9.740-9.760 per dollar AS. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan tajam 0,23 persen, ditutup di level Rp 9.777 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) pada akhir perdagangan pekan lalu.
Pelemahan juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia lainnya. Pelemahan berlanjut juga terjadi pada pasar Indonesia (IHSG) yang ditutup turun menjadi 4.723,16 (1,66 persen) mengikuti penurunan pada sebagian besar pasar Asia lainnya.
Sedangkan harga komoditas emas menjadi 1.609,1 dollar AS per ounce, harga minyak mentah Brent turun menjadi 107,4 dollar AS per barrel (0,24 persen) namun harga jenis WTI naik menjadi 93,72 dollar AS per barrel (0,01 persen). Pasar global ditutup variatif pada akhir perdagangan pekan lalu.
Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, kemungkinan pasar Asia mengikuti pada hari ini terlihat dari index futurenya. "Sedangkan rupiah kami perkirakan ada potensi penguatan kembali ke kisaran antara Rp 9.740-9.760 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) terkait lelang SUN esok," kata Lana, Senin (25/3/2013) di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang