Pihak Eyang Subur: Adi Bing Slamet Tak Miliki Bukti Kuat

Kompas.com - 25/03/2013, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum "orang pintar" Eyang Subur mematahkan segala tudingan artis Adi Bing Slamet, yang sedang berseteru dengannya. Belum lama ini Adi mengaku telah menjadi korban guna-guna Subur.

"Silakan buktikan, dia kan menuding sudah kena santet segala macam ya, silakan buktikan. Tudingan Adi lemah, tidak memiliki bukti yang kuat," kata kuasa hukum Subur, Ramadhan Alamsyah, dalam wawancara per telepon dengan Kompas.com di Jakarta, Senin (25/3/2013).

Ramadhan menilai, semua tudingan Adi justru mengada-ada. "Seperti dia katakan bahwa Eyang Subur mengajarkan aliran sesat. Padahal, kami sendiri sudah bertemu Habib Selon dari FPI. Habib Selon sudah datang ke tempat Eyang Subur. Dia lihat sendiri, tidak ada ajaran sesat di tempat Eyang Subur," ujar Ramadhan.

Bahkan, sebaliknya, menurut pihak Subur, Adi sengaja memanfaatkan momentum penggodokan KUHAP undang-undang kumpul kebo dan undang-undang ilmu santet. "Tudingan dia enggak konsisten. Dari semula menuduh mengajarkan ajaran sesat, kemudian menuduh dukun cabul, terus menuduh sudah menyantet Adi. Sementara itu, sekarang ini sedang dirumuskan undang-undang kumpul kebo," papar Ramadhan. "Ada apa ini?" tekannya.

Kalau Adi berharap mendapatkan keadilan, Ramadhan justru menyarankan agar Adi membuat laporan ke polisi. "Sekarang jangan mau jadi hakim sendiri, jadi polisi sendiri, terus menyatakan orang bersalah. Kalau mau mencari keadilan, ya sana buat laporan di polisi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau